Ina Wiyandini, Bisnis Oke Dakwah Jalan Terus

Wartaislam.com - Ina Cookies, semua orang tentu sudah mengenal nama ini apalagi bagi mereka yang suka akan kue yang manis. Namun di balik semua itu, nyatanya sang pemilik merupakan muslimah yang memiliki segudang aktivitas serta tetap mengutamakan dakwah dalam hidupnya. 

Ia sendiri tercatat sebagai salah seorang pengurus Gerakan Muslimah Indonesia (GMI) dan Badan Koordinasi Majelis Taklim Mesjid (BKMM) Jawa Barat.

“Gimana ya, karena itu kewajiban tetap harus ikhlas saya jalani di tengah kesibukan menjalankan aktivitas bisnis kue yang telah lama digeluti. Mudah-mudahan saya bisa menjadi orang yang berguna bagi umat,” terang Ina kepada wartaislam.com di kafe miliknya beberapa hari lalu.

Selain berdakwah secara bil lisan, Ina pun nyatanya tak melupakan dakwah bil hal. Dari keuntungan bisnisnya ia sisihkan pula untuk menyumbang kaum dhuafa. Tidak itu saja, ia pun memberikan keterampilan khususnya di daerah pemurtadan dan daerah yang masih memiliki pemahaman agama yang kurang. 

Ia pun tak melupakan dunia pendidikan di mana ia pun mendirikan TK untuk anak-anak dhuafa di daerahnya dan yang tak kalah bermanfaatnya adalah dengan memberikan keterampilan tentang membuat kue atau kerajinan tangan yang dimaksudkan agar warga tersebut dapat berjuang mencari nafkah halal untuk keluarganya.

“Paling tidak itu saja mungkin yang bisa saya lakukan. Saya ingin memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi di daerah pemurtadan, saya tak mau kalah dengan orang-orang Nasrani yang selalu memberikan bantuan, sebab tercerabutnya aqidah umat Islam adalah hal yang sangat rugi kalau penyebabnya urusan ekonomi. Karena itulah, saya mencoba melakukan hal itu dengan kemampuan yang ada tentunya,” tegas Ina.

Pada bagian lain, Ina beserta suaminya Rakhmat Basuki tak sekedar peduli dengan Pemurtadan yang dilakukan kaum non muslim. Akan tetapi mereka berdua pun perhatian terhadap persoalan aqidah. Di sekitar daerah tempat tinggalnya, kini setidaknya ada dua makam yang sering dijadikan tempat meminta dan sudah jelas berbau kemusyrikan karena meminta kepada selain Allah. 

“Saya dan suami mencoba membebaskan lahan tersebut untuk digunakan sebagai tempat kegiatan keagamaan. Memang sih harganya ratusan juta, tapi saya yakin Allah akan memudahkan urusan umat Islam yang berjuang memberantas segala bentuk kemuysrikan,” Katanya seraya mnengajak pula segenap kaum muslimin utnuk berperan aktif dalam hal dengan memberikan bantuan dana sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Ina menyadari segala bentuk perjuangan tetap untunya berharap ridho dari Allah semata. Kalaupun saat ini ia dikenal masyarakat, itu hanyalah bonus dari Allah. Ia tetap berharap menjadi isteru yang baik bagi suaminya dan menjadi ibu yang baik pula bagi anak-anaknya. “Karena itulah, saya tak pernah melupakan kodrat diri saya sebagai wanita,” pungkasnya dalam kesempatan itu.*** (WI-003)

0 komentar:

Posting Komentar