Tampilkan postingan dengan label Pernik Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernik Usaha. Tampilkan semua postingan

Aqiqahonline.com Terobosan Melayani Aqiqah

Sulaiman ibn Amir adh-Dhaby ra berkata. Rasulullah Saw bersabda, "Anak yang baru lahir hendaknya diakikahi. Alirkanlah darah (sembelihan kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya)." (Diriwayatkan oleh Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi) 

Kata aqiqah berasal dari Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’i berpendapat aqiqah asalnya adalah rambut yang dipotong disebut aqiqah. Karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Dalam pelaksanaan aqiqah disunnahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. 

Diriwayatkan bahwa Aisyah istri Rasulullah Saw berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Untuk anak laki-laki sembelihlah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor saja." 

Diriwayatkan bahwa Aisyah istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Untuk anak laki-laki sembelihlah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor saja,” “Adalah Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing,” (Ashabus Sunan).

Samurah ibn Jundab ra berkata Rasulullah Saw bersabda. "Setiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan akikahnya, yaitu seekor kambing yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, lalu si anak diberi nama dan rambut kepalanya dicukur." 

Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan ulama adalah pada hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama,” (HR At Tirmidzi).

Namun demikian apabila terlewat, dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu.

Imam Malik berkata, pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya aqiqah itu telah cukup.

Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (Q.S. Al Baqarah : 185)

Sedangkan daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non muslim. Apalagi jika hal tersebut dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang.” (Q.S. Al Insan : 8)

Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin di kalangan umat Islam.

Memudahkan Melaksanakan Aqiqah
Sejak pemerintah memberlakukan biaya akses internet murah, banyak masyarakat mulai menggunakan internet sebagai kebutuhan dalam mencari informasi, berbelanja hingga berkomunikasi.

Tentu saja kesempatan ini digunakan oleh para pebisnis yang semula hanya terjun di dunia nyata kini mulai menyentuh dunia maya yang tak terbatas itu. Salah satunya penyedia jasa aqiqah yang dilakukan oleh www.aqiqahonline.com

Untuk memudahkan umat Islam dalam melaksakan aqiqah, makawww.aqiqahonline.com menyediakan layanan aqiqah berbasis online.

Ide kreatif ini menurut Redy Riyady, direktur aqiqahonline berawal dari keinginannya untuk memperkenalkan akikah sebagai sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada masyarakat muslim perkotaan. Selain itu juga pendirian ini menurutnya sebagai bentuk kepedulian kepada mitra peternak yang berada di pedesaan-pedesaan Jawabarat.

“Jadi kita membelikan domba aqiqah untuk diurus oleh para peternak di pedalaman-pedalaman. Hasilnya akan dibagi 40 persen buat aqiqahonline dan 60 persen buat mitra peternak. Jadi sebetulnya orang yang beraqiqah ke kita itu secara tidak langsung turut membantu perekonomian peternak di pedesaan” tutur Redy.

Aqiqahonline yang beralamat di www.aqiqahonline.com merupakan layanan aqiqah pendatang baru diantara puluhan situs layanan serupa yang sejak lama menggarap dunia maya sebagai salah satu corong promosinya.
Layanan aqiqah ini menurut penuturan Redy sudah launching sejak Juni 2010. Kurang lebih tiga bulan kemudian situs layanan aqiqah ini sudah nongkrong di halaman pertama situs pencari google (Indonesia), yahoo (Indonesia) dan situs pencarian lainnya dengan kata kunci “layanan aqiqah, aqiqah dan aqiqah online”.

Sejak saat itu, situs ini menjadi situs layanan aqiqah yang paling banyak dikunjungi versi peringkat Alexa (Pagerank Alexa). Peringkatnya sudah menyentuh di sekitar angka 10 ribuan (PR Alexa Indonesia) dan 700 ribuan (PR Alexa Dunia). Peringkat ini jauh dibanding dengan situs layanan aqiqah lainnya.
Redy mengakui sejak saat itu hampir setiap hari sms centre dan call centre aqiqahonline menerima beragam pertanyaan seputar program aqiqahonline dan sekitar 70 persen diantaranya langsung memesan hewan aqiqah.

Pada bulan Agustus Aqiqahonline meraup omset masih di bawah 5 juta. Tapi sebulan kemudian ada lonjakan perolehan menjadi 15 juta. Perolehan ini menurutnya cukup baik untuk bisnis pemula layanan aqiqah online. “Kita kan baru muncul dan ternyata pengunjung sudah banyak yang percaya” kata Redy saat ditemui di kantor aqiqahonline Jalan H. Yasin No 29 Sukajadi Bandung.

Memiliki Empat Program
Aqiqahonline memiliki empat program layanan aqiqah, diantaranya Aqiqah ku, Aqiqah Mereka, Berbagi Aqiqah dan Pundi Aqiqah.

Program Aqiqah ku adalah layanan penyedia hewan aqiqah baik hidup, mentah atau masak yang dikirimkan ke pemesan yang beraqiqah di lingkungannya sendiri. Saat ini program Aqiqah ku masih terbatas untuk kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Subang dan Sukabumi dengan biaya antar gratis.

Sedangkan Program Aqiqah Mereka merupakan layanan penyedia hewan aqiqah baik mentah atau masak yang distribusikan ke daerah terpencil di sekitar mitra peternak, daerah rawan gizi, panti asuhan dan daerah yang tertimpa musibah.

Adapun program Berbagi Aqiqah merupakan layanan mengaqiqahkan anak dari orang tua yang kurang mampu. Selanjutnya program Pundi Aqiqah adalah layanan tabungan hewan aqiqah.

“Program aqiqah kita berbasis sosial, dua diantaranya sangat sosial yaitu Aqiqah Mereka dan Berbagi Aqiqah. Misalnya Aqiqah Mereka, peternak di pedesaan dapat untung dari menjual domba, juga dapat daging dari hasil sembelihan dombanya bersama para tetangga lainnya yang membutuhkan. Jadi mereka di pedesaan uang dapat daging juga dapat,” kata Redy.

Dalam masalah penyembelihan domba, aqiqahonline sangat memerhatikan kualitas dan syariat domba yang sesuai dengan contoh Rasulullah. Oleh karena itu aqiqahonline memercayakan pemotongannya kepada ustadz yang sudah ditunjuk dimasing-masing mitra peternak.

Sebagai bentuk pertanggungjawabannya kepada para pengaqiqah, aqiqahonline melampirkan laporan pelaksanaan aqiqah berupa poto-poto domba baik saat masih hidup, ketika disembelih, direcah, dimasak maupun yang sedang dibagikan beserta tulisan nama anak yang sedang beraqiqahnya.

Harga domba aqiqahonline cukup variatif mulai dari 900 ribu dengan berat hidup 25-27 Kg sampai harga 1,5 juta dengan berat hidup 35-40 Kg. Sedang untuk menu masakannya cuma ada empat varian gulai, sate maranggi, sate biasa dan daging asam manis. Biaya masaknya pun cukup murah hanya 150 ribu perekor.

Redy berkeyakinan omset di bulan-bulan berikutnya akan terus naik seiring gencarnya upaya strategi SEO di dunia maya sejak pertama kali launching. Selanjutnya di awal tahun 2011, aqiqahonline akan melakukan promosi di dunia nyata semisal penyebaran spanduk, catalog dan beriklan.

Gencar Melakukan Strategi SEO
Banyaknya pengunjung internet yang mengklik www.aqiqahonline.com tentu merupakan hasil dari kerja SEO yang cukup gencar dilakukan oleh aqiqahonline. Hal ini sesuai dengan pengakuan Redy Riyady.

“Kita memiliki orang yang ahli dalam masalah SEO. Mulai Juni sampai Desember 2010 kita fokus merancang strategi SEO supaya situs kita muncul di halaman pertama atau kedua di berbagai mesin pencari dengan keyword apapun yang berhubungan dengan aqiqah ” tutur Redy.

Rahasia pertama menurut Redy adalah timnya merancang tampilan situs dan menu-menunya supaya bisa bersahabat dengan pengunjung dan mesin pencari. Kemudian memberikan fasilitas komunikasi seperti mencantumkan sms dan call centre yang mudah dihapal, ikon chatting, buku tamu serta facebook. Dan tidak lupa mencantumkan alamat lengkap berikut nomor teleponnya.

Langkah selanjutnya timnya memasukan Meta description berikut kata kunci tentang isi situs. “Ini digunakan oleh mesin pencari untuk menjelaskan secara ringkas tentang isi halaman website pada saat halaman tersebut di temukan oleh mesin pencari,” kata Redy.

Setelah itu timnya memasukan kode berupa Meta tag dari mesin pencari yang nantinya akan diverifikasi. Sehingga ketika mencari layanan aqiqah di berbagai mesin pencari maka situsnya akan muncul.

Aqiqahonline sendiri saat ini masih fokus menggunakan meta tag dari tiga mesin pencari yaitu Google, Yahoo dan Bing. Sisa mesin pencari lainnya biasanya mengacu ke tiga mesin pencari ini.

Barulah timnya akan melakukan upaya link balik (Back Link) dari berbagai situs yang mengarah ke situs www.aqiqahonline.com. Link balik ini melalui blogwalking, signature di berbagai forum serta menyimpan link di berbagai situs.

“Tim ahli kita kadang kerja sampai tengah malam untuk melakukan link balik ini, tentunya dengan cara bijak supaya kita tidak dianggap spam oleh mesin pencari,” tutur Redy

Langkah selanjutnya tim aqiqahonline mambangun merk atau brand image aqiqahonline di dunia maya dengan cara membagikan link di berbagai social bookmark, membuat iklan aqiqah di ratusan situs penyedia iklan gratis serta membuat dumpy (duplikat isi situs) di blogspot, multiply, serta di berbagai forum seperti kaskus, detik, vivanews dan tabloid nova.

Langkah-langkah tersebut diatas menurut Redy akan terus dipertajam oleh tim aqiqahonline hingga akhir tahun 2010. Barulah setelah itu tim aqiqahonline yang berjumlah 4 orang ini akan siap-siap menggempur dunia nyata.

Sumber : Majalah Pengusaha Muslim

Bakso Lagege “Bakso Isi Motivasi”

WARTAISLAM.COM- Jika Anda hendak ke Lembang Bandung untuk menghabisi waktu liburan bersama keluarga di tempat wisata gunung Tangkuban Parahu, mampirlah sejenak ke kedai bakso lagege yang berlokasi di jalan Karang Tinggal No. 35.

Nama lagege sendiri cukup asing di telinga kita, bahkan di kalangan masyarakat sunda sekalipun. Nama tersebut menurut pengakuan pemiliknya, Yudi Suparno diambil dari bahasa Karibia berarti berdesakan, padat atau sibuk. Kalau diilustrasikan dalam usaha makanan seperti orang yang melayani banyak tamu dan karena saking banyaknya para pelayan kewalahan melayani para tamu yang datang memesan makanan.

Bakso lagege sama seperti bakso lainnya yang menyediakan beragam macam hidangan bakso. Namun ada yang berbeda di kedai ini. Ketika Anda memasuki kedai ini maka Anda akan disuguhkan beragam poster yang bergambarkan pemandangan lengkap dengan tulisan yang berisi motivasi. Seperti poster yang menempel di dinding depan kedai “Ubahlah Hidup Anda Hari ini. Jangan pernah bertaruh untuk masa depan. Melangkahlah sekarang, jangan menunda-nunda.”

Ada juga dengan ungkapan “manusia tidak dirancang untuk gagal, tapi manusialah yang gagal untuk merancang”. Kemudian ada juga yang berbahasa inggris “today steps, tomorrow success” (langkah hari ini sukses di masa depan). Serta banyak lagi tulisan motivasi lainnya yang akan menemani hidangan bakso Anda.

Sesuai dengan taglinenya “bakso isi motivasi” sang pemiliki bakso ingin mengajak para pengunjung untuk tetap bersemangat menghadapi segala macam rintangan dan persoalan hidup yang pasti akan menghampiri setiap orang. Dengan beragam ungkapan motivasi tersebut diharapkan bisa memacu semangat setiap para pengunjung yang datang ke kedai tersebut. 

tidak hanya berupa poster, ungkapan motivasi ini tersaji di dalam setiap menu pilihan bakso dan beragam macam minumannya seperti bakso soun proaktif, bakso campur integritas, bakso yamin antusias, aneka jus kreatif, es teh inspiratif, teh hangat preventif, es jeruk komunikatif dan jeruk hangat efektif. 

Anda tak perlu khawatir dengan kualitas bakso lagege, sang pemilik bakso menjamin bahwa bakso ini terlepas dari unsur bahan pengawet yang banyak ditakuti penikmat bakso. Bahkan dengan terang-terangan sang pemiliki menuliskan “Tanpa Bahan Pengawet” di bawah tagline bakso isi motivasi. 

Untuk menikmati semangkuk bakso lagege, Anda cukup merogoh kocek tujuh ribu rupiah. Jika Anda warga Bandung dan ingin memesan banyak untuk keperluan pesta pernikahan, syukuran atau keperluan lainnya, Anda bisa memesan katering ke kedai tersebut. Jadi tunggu apalagi, segeralah berkunjung.

Sempat Bangkrut, Kini Usahanya Beromzet Rp60 Juta

WARTAISLAM.COM- Yeti Tarwin sukses berbisnis busana muslim berkat desain yang menarik dan eksklusif. Dia sempat kehilangan pekerjaan lantaran perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Tapi, itu justru menjadi pembuka jalan baginya menggeluti bisnis busana muslim. Itulah garis hidup Yeti Tarwin.

Jalan hidup orang memang tak ada yang tahu. Itu pula yang dialami Yeti. Dia merasa perjalanan hidupnya, dari seorang karyawan kemudian kehilangan pekerjaan dan menjadi pengusaha busana muslim, sudah diatur Tuhan.

”Sewaktu bekerja, saya tak pernah membayangkan menjadi pengusaha. Eh, tiba-tiba perusahaan bangkrut. Tuhan akhirnya menunjukkan jalan untuk menekuni bisnis busana muslim,” kata Yeti.

Sekira 20 tahun silam, Yeti memang hanya seorang karyawan di sebuah pabrik tekstil di wilayah Bandung. Yeti bekerja di pabrik tekstil lantaran dorongan orang tua. Kebetulan orang tua Yeti juga bekerja di bidang konveksi.

Pekerjaan di pabrik tekstil dilakoni Yeti dengan penuh ketekunan. Selain demi memenuhi permintaan orang tua,dia juga ingin mandiri. Bagi Yeti, bekerja di pabrik adalah pilihan terbaik. Apalagi dia juga lulusan Akademi Tekstil Berdikari, Bandung, Jawa Barat. ”Dari remaja, cita-cita saya memang bekerja di tekstil,” katanya.

Waktu demi waktu dijalani ibu dua anak ini sebagai karyawan pabrik tekstil. Yeti pun semakin mencintai pekerjaannya. Terlebih, bekerja di perusahaan tekstil membuatnya dapat menyalurkan hobi di bidang desain. ”Saya memang hobi desain. Kebetulan posisi saya di pabrik adalah di bagian desain,” ungkapnya.

Namun, kehidupan Yeti yang tenang dan mengalir apa adanya terusik ketika badai krisis menghantam Tanah Air pada 1998. Akibat krisis, perusahaan yang menjadi tempatnya menggantungkan hidup kolaps. Yeti bercerita, krisis menyebabkan perusahaan mengambil kebijakan pengurangan karyawan. Sebagian besar rekannya ikut terkena imbas. ”Gelombang pemutusan kerja waktu itu memang tak bisa dihindari,” kenangnya.

Yeti memang masih sedikit beruntung karena perusahaan masih mempertahankannya lantaran keahlian yang dimilikinya. Sayang kesempatan Yeti hanya bertahan dua tahun. Tepat pada tahun 2000, perusahaan tempatnya bekerja benarbenar tak mampu lagi beroperasi. ”Saya pun memilih mengundurkan diri,” tutur Yeti.

Kehilangan pekerjaan sempat membuat Yeti gamang menatap masa depan. Ditambah situasi ekonomi waktu itu memang tidak kondusif. ”Dalam kegamangan saya berusaha berpikir jernih,” urainya.

Jalan pun terbuka. Berbekal tabungan dan pengalaman kerjanya, dia memulai bisnis busana muslim. Yeti melihat, saat itu bisnis busana muslim belum berkembang. Dia semakin optimistis lantaran memiliki keahlian mendesain. ”Desain menjadi keunggulan saya. Saya percaya diri produk saya diterima karena desainnya cantik,” ungkapnya.

Optimisme Yeti ternyata bukan isapan jempol.Tak perlu waktu lama berpromosi produk busana muslim miliknya, terutama mukena dan sajadah, telah mampu menembus pasar.

Dengan menggunakan merek dagang Camelia–nama pemberian kakaknya, produk-produk mukena dan sajadah Yeti dengan cepat menyebar ke mana-mana. Pemasarannya tidak hanya terkosentrasi di Bandung, melainkan merambah kota-kota lain seperti Jakarta, Aceh, Surabaya, Semarang dan beberapa kota lain di luar Pulau Jawa. Dari penyebaran produk dan penjualan, Yeti mengaku, tiap bulannya mampu meraih omzet Rp50 juta-Rp60 juta.

Satu hal yang membuat produk Camelia mudah diterima pasar dan disukai konsumen adalah keunggulannya pada desain. Produk Camelia didesain sedemikian rupa sehingga terkesan eksklusif. Contohnya produk sajadah. Sajadah Camelia tersedia dalam beragam desain cantik dengan memanfaatkan motif bordir dan warnanya pun beraneka. Dari desain dan warna itulah sajadah terlihat sisi eksklusifnya.

Begitu juga dengan mukena. Menggunakan bahan terbaik, dihiasi bordir pada beberapa bagiannya, menjadikan mukena-mukena produk Camelia terlihat cantik saat dikenakan. Tidak hanya cantik, nilai estetika sangat tampak pada produk mukena buatan Yeti. Harga yang ditawarkan pun menyesuaikan kualitas produk.Yeti mengungkapkan, untuk mukena dan sajadah, dia memasang banderol antara Rp100 ribu-Rp500 ribu.

Biasanya harga tersebut naik menjelang hari-hari besar Islam, saat masyarakat banyak membutuhkan busana muslim. ”Saat ini kami tengah mempersiapkan barang untuk mengantisipasi permintaan saat Lebaran,” katanya.

Selain memanfaatkan jaringan, penyebaran produk-produk Camelia juga tak lepas dari serangkaian kegiatan pameran yang diikuti. Kegiatan pameran, menurut Yeti, cukup membantu usahanya.

Saat pameran, masyarakat yang berkunjung dapat berinteraksi langsung dengan pemilik usaha. Dari interaksi itu, tak jarang akan berlanjut ke transaksi jual-beli. ”Even pameran Inacraft 2010 yang baru-baru lalu saya ikuti juga turut membantu promosi usaha saya,” ungkapnya.

Produk busana muslim milik Yeti dapat berpartisipasi pada ajang Inacraft 2010 atas fasilitas Bank Rakyat Indonesia. Selain memfasilitasi kegiatan pameran, Bank BRI telah mengucurkan kredit lebih dari Rp100 juta untuk pengembangan usaha. ”Terima kasih untuk Bank BRI yang turut membantu usaha saya,” tutur Yeti.

Perjalanan nasib membawa Yeti ke posisi sekarang. Atas kesuksesan yang dia raih, perempuan ramah ini mengaku bersyukur. Dia merasa, perjuangannya menekuni dunia tekstil sejak 1978 dengan memulai karier sebagai karyawan di perusahaan konveksi hingga sekarang, ketika telah mampu mendirikan usaha di bidang konveksi, tidaklah sia-sia.

Yeti pun merasa hidupnya makin lengkap karena mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Delapan karyawan yang membantunya menjadi bukti bahwa pilihannya menekuni bisnis tidaklah keliru. ”Alhamdulillah, saya juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujarnya.

Ke depan Yeti berharap, usahanya terus berkembang. Yeti ingin Camelia yang memiliki workshop di Perumahan Fajar Raya, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, mampu menghasilkan produk-produk lebih baik lagi. Yeti juga berharap Bank BRI mendukung terus usahanya agar produknya bisa menembus pasar ekspor.
sumber : okezone

Dodol Picnic, Pintar Menyiasati Pasar

WARTAISLAM.COM- Sepuluh tahun setelah merdeka, tidak banyak orang yang tahu dodol garut, makanan tradisional asal Garut, Jawa Barat yang berasal dari campuran beras ketan dan gula. Kini, bila kita dengan mudah bisa menemui makanan ini di pasar tradisional hingga supermarket, itu adalah buah kesuksesan satu strategi pemasaran jitu. Salah satunya Dodol Picnic.

Adalah Iton Damiri, yang memulai usaha ini pada tahun 1949. Ia ingin menjadikan dodol sebagai makanan orang kota. Kala itu di Bandung terdapat Toko Picnic, pusat jajanan terkenal yang menyediakan makanan ringan impor. Pembelinya adalah kalangan berkantong tebal. Iton berambisi menitipkan dagangan di toko tersebut.

Pada 1957, timbulah ide dari Aam Mawardi, adik Iton untuk membuat dodol merek Picnic. "Cara ini ternyata bisa menarik hati pemilik toko. Mereka mau karena merasa ada orang mau bersusah-susah membuatkan produk bermerek tokonya," ucap Ato Hermanto (46), Direktur PT. Herlinah Cipta Pratama, generasi kedua produsen Dodol Picnic sekarang.

Penganan ini mulai dikenal masyarakat di luar Garut. Saat Toko Picnic bangkrut, Dodol Picnic telah terkenal dan pemasarannya menyebar ke pelosok negeri. Usaha memperkenalkan dodol juga ditempuh melalui toko-toko buah di Bandung. Hasilnya Dodol Picnic makin dikenal sehingga permintaan terus meningkat. Bahkan sejak 1969, dodol tersebut mulai dipasarkan di luar Jawa.

Kemajuan yang dialami mendorong untuk didirikannya perusahaan yang relatif lebih besar. Pabrik modern berdiri 1979 dengan luas kira-kira 5.000 m persegi di Jalan Pasundan No. 102 Garut. Kini Herlinah Cipta Pratama telah mempekerjakan tak kurang 200 karyawan dengan kapasitas produksi 1.800 ton perbulan.

Usaha yang terus berkembang ini, membuat Herlinah Cipta Pratama memerlukan tambahan modal. BNI adalah bank pertama yang dituju pabrik dodol ini sebagai tempat mendapatkan pinjaman. "Saat ini kami telah dipercaya BNI untuk menerima kredit sebesar Rp 1,5 miliar. Hubungan dengan BNI juga telah terjalin sejak puluhan tahun lalu. BNI sangat familiar terhadap kami. Karena hubungan yang telah begitu lama terjalin, kami jadi seperti keluarga."

Ato yang semula berniat membuka usaha sendiri di bidang kesenian rupanya cukup bertangan dingin dalam mengelola perusahaan. Krisis ekonomi 1998 justru menjadi berkah bagi perusahaannya. Itu karena tiba-tiba makanan seperti coklat dan produk impor lain hilang dari pasar, ia mendapat banyak pesanan. Di saat itulah ia justru menambah pinjaman ke BNI guna pengembangan usaha. Bersama BNI, perusahaan ini melewati masa krisis ekonomi dengan baik. Bagi ayah dua putra ini, keberhasilannya sekarang tidak terlepas dari kesetiaan BNI dalam membantunya.

sumber : tangandiatas.com 
foto : tokotanahairku.com
konveksi topi promosi