WARTAISLAM.COM- Polisi memberikan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa anti-Amerika Serikat (AS) yang marah di Ibu Kota Afghanistan. Sekira dua orang terluka akibat terluka terkena tembakan tersebut.
Para demonstran meneriakkan "Kematian bagi Amerika," "Kematian bagi Kristen," dan "Kematian bagi Karzai," yang merujuk kepada presiden Hamid Karzai.
"Ada lebih dari 10 ribu demonstran dan beberapa dari mereka mengibarkan bendera Taliban," ujar petugas polisi Mohammad Usman kepada Reuters, Rabu (15/9/2010).
Protes datang tiga hari sebelum pemilihan parlemen dan Taliban telah bersumpah untuk mengganggu.
Demonstrasi tersebut dilakukan pada saat adanya rencana pastur AS yang akan membakar Alquran untuk memperingati serangan pembajakan pesawat pada 11 September 2001.
Tiga orang terbunuh dalam demonstrasi itu. Para pengamat termasuk petinggi diplomat PBB di Afghanistan memperingatkan bahwa Taliban akan berusaha untuk mengeksploitasi protes pembakaran Al-Quran tersebut.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, mengatakan, mereka mengetahui adanya protes tersebut, tapi mereka tidak berperan di dalamnya.
"Orang-orang mungkin saja mengibarkan bendera Taliban untuk menunjukkan rasa simpati dan sentimen mereka kepada Taliban," ujar Mujahid.
Para demonstran berkumpul di bagian barat ibu kota, membakar ban dan memblokir jalan raya yang menghubungkan ke selatan.
Asap hitam pun mengepul di wilayah tersebut dan polisi mengamankan para jurnalis untuk menjaga jarak beberapa ratus meter.
Reuters sendiri menyaksikan ada dua orang yang tidak sadar dan berlumuran darah, yang diperkirakan terluka karena tembakan.
sumber : okez

0 komentar:
Posting Komentar