WARTAISLAM.COM-Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Timur Pradopo menyatakan tidak ada keterlibatan organisasi massa tertentu, dalam penganiayaan terhadap Pendeta dan pembantu pendeta (Penatua) HKBP Pondok Indah Timur, Desa Ciketing, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi yang terjadi Minggu (12/9).
"Tidak ada tanda khusus organisasi," ujar Timur dalam keterangan persnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/9).
Poliasi kini telah menangkap menangkap sembilan orang tersangka. Saat kejadian mereka mengenakan atribut Islam, seperti pakaian muslim pria serba putih. Namun Timur menegaskan tidak ditemukannya atribut aorganisasi massa tertentu seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI).
Timur mengimbau msyarakat untuk tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi. "Semua proses prosedur yang sedang ditempuh menjadi hal-hal yang kita bisa lakukan bersama, terutama beribadah."
Sementara itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, menegaskan bahwa selama ini penduduk muslim di Ciketing tidak pernah menghalang-halangi ibadah jemaat HKBP.
"Umat Islam saat ini menjadi tertuduh. Saya ingin meluruskan supaya jelas. Selama ini tidak pernah umat Islam menghalangi jemaat HKBP untuk beribadah. Buktinya, selama 19 tahun ini mereka bisa beribadah dengan aman di sana," kata Sulaiman anggota FKUB, di Jakarta, Selasa (14/9).
Ia pun menjelaskan bahwa sebenarnya rumah yang dijadikan tempat ibadah oleh jemaat HKBP sudah menyalahi aturan yang akhirnya pemerintah setempat menyegel rumah tersebut dan kemudian dicabut kembali oleh jemaat HKBP.
"Setelah itu, Pemda setempat memfasilitasi jemaat HKBP di Dinas Sosial, tetapi itu tidak diterima jemaat HKBP. Kemudian mereka pindah ke lahan kosong," katanya.
Sulaiman juga menegaskan bahwa tidak ada anggota ormas Islam yang terlibat dalam peristiwa penusukan pemuka agama jemaat HKBP tersebut. "Tidak ada jajaran umat Islam terlibat. Kami cek ormas di bawah dan tidak ada umat Islam terlibat dalam penusukan itu," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, penganiayaan terhadap dua orang jemaat gereja HKBP yakni pembantu pendeta (Silatua) Hasian Lumbantoruan Sihombing dan pendeta Luspida Simanjuntak terjadi pada Minggu (12/9). Luspida terkena pukulan balok, sedangkan Hasian terkena tusukan benda tajam.
sumber : inilah

0 komentar:
Posting Komentar