
(wartaislam.com) MOGADISHU – Pemberontak Somalia pada hari Jumat menguasai pemancar radio yang memungkinkan penduduk setempat mendengarkan program berita dari British Broadcasting Corporation (BBC), ujar sejumlah saksi mata.
Kelompok milisi Al Shabab mengatakan BBC menyiarkan propaganda anti-Islam.
Jibril Abdi, salah seorang warga, mengatakan bahwa kelompok ekstremis itu menyita pemancar radio FM di ibukota Mogadishu. Saksi mata lainnya melaporkan hal yang sama di kota-kota lain.
BBC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka khawatir akan segala upaya untuk mencegah siaran mereka menjangkau para pendengar di Somalia dan sedang bekerja keras untuk mengembalikannya ke udara.
Jerry Timmins, Kepala Hubungan Internasional dan Kawasan Afrika BBC, mengatakan, ”Aksi tersebut telah membuat semua program BBC berhenti disiarkan, termasuk program-program dalam bahasa Somalia, Arab, dan Inggris.”
”BBC berbicara kepada semua pihak di Somalia – termasuk Al Shahab – dan melaporkan peristiwa-peristiwa yang terungkap. Penting bagi rakyat Somalia bahwa BBC diijinkan untuk terus melaporkan dengan akurat dan tidak memihak tentang situasi di dalam negeri tanpa interferensi dari siapa pun.”
BBC telah melakukan siaran di Somalia selama 50 tahun.
Pemberontak Al Shabab mengendalikan banyak wilayah selatan dan tengah Somalia, termasuk sebagian besar Mogadishu. Mereka seringkali mengancam atau membunuh jurnalis yang liputannya tidak mereka setujui.
Kelompok ini ingin menggulingkan pemerintahan lemah dukungan PBB. Somalia tidak memiliki pemerintahan yang efektif selama hampir 20 tahun.
Al Shabab mengatakan bahwa mereka menghentikan siaran BBC di wilayah-wilayah yang mereka kuasai karena radio itu menyebarkan propaganda Kristen.
Mereka juga mengatakan telah merampas peralatan transmisi milik BBC.
”Mulai hari ini semua stasiun BBC FM di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Al Shabab akan berhenti siaran dan peralatan mereka akan diambil alih,” ujar kelompok itu dalam sebuah pernyataan lewat surat elektronik.
”BBC dimiliki oleh Inggris dan menyebarkan agenda Kristen dan kolonial di dunia Muslim. BBC memerangi Islam dan menentang pemerintahan Islam di Somalia.”
BBC menyiarkan program-programnya di London ke sejumlah frekuensi FM lokal milik mereka di Somalia dan stasiun-stasiun lokal menyampaikan sinyalnya. BBC tidak memiliki studio siaran di Somalia.
Serikat Jurnalis Somalia Nasional (NUSOJ) telah mencela tindakan keras terhadap kebebasan pers dalam beberapa pekan terakhir dan menyebut larangan tiba-tiba terhadap BBC sebagai sebuah aksi penindasan.
“Ini adalah demonstrasi kuat dari buruknya penindasan media oleh Al Shabab. Kami sangat khawatir atas niat jelas mereka untuk bersikap keras terhadap jurnalis dan organisasi media yang telah mengambil sikap independen dalam memberitakan,” ujar NUSOJ. (rin/sfe/wb) sumber : suaramedia
0 komentar:
Posting Komentar