RAMALLAH--Pembantu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Ahad, membantah tuduhan yang diudarakan oleh saluran 10 TV Israel pekan lalu, yang menuduh dia melakukan pelecehan seksual. Rafiq al-Husseini, kepala kantor Abbas, mengatakan pada suatu taklimat singkat di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, apa yang diperlihatkan saluran TV Israel itu pekan lalu penuh dusta dan rekaman video tersebut palsu.
Saluran 10 televisi Israel pekan lalu mengudarakan wawancara dengan pejabat senior keamanan Palestina, Fahmi Shabana, yang mengungkapkan beberapa pejabat Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) secara seksual dan finansial korup.
Diantara fakta yang diungkapkan oleh Shabana ialah rekaman video yang memperlihatkan al-Husseini bugil di satu ruangan dan memanggil seorang perempuan agar masuk ke kamar itu.
Ahad pagi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas membentuk satu komite yang terdiri atas tiga pemimpin senior partai Fatah untuk menyelidiki apa yang telah diperlihatkan oleh stasiun televisi Israel tersebut. "Saya siap ditanyai oleh komite itu," kata al-Husseini, yang menambahkan, "Semua yang diperlihatkan sama sekali tidak benar dan penuh dusta."
Al-Husseini mengatakan bahwa ia disergap oleh segerombolan orang yang selanjutnya membuat rekaman video untuk memeras dia secara politik dan finansial. "Pemerasan itu ialah untuk memaksa saya meletakkan jabatan di Jerusalem," kata al-Husseini, warga Jerusalem Timur, yang bertugas mengurus fail Jerusalem di PNA sebelum ia diskors oleh Abbas akibat skandal seks tersebut.
Ia menyatakan sudah berjalan satu-setengah tahun "sejak gerombolan itu berusaha memerasa saya". Ditambahkannya, ia memberitahu Presiden Abbas mengenai persekongkolan gerombolan itu. Palestina menghadapi pembicaraan yang macet sejak Jalur Gaza --yang dikuasai HAMAS-- masih diblokade oleh Israel, dan pekan lalu sejumlah prajurit Israel membunuh satu orang Palestina di Tepi Barat, ketika ia berusaha menikam mereka, kata jurubicara militer./republika

0 komentar:
Posting Komentar