MAKKAH – Jumlah korban meninggal akibat banjir di Makkah mencapai enam orang, setelah hari ini tim SAR dari Pertahanan Sipil menemukan mayat seorang wanita muda di bawah puing tembok yang runtuh. Keenam korban tewas ini merupakan satu keluarga yang terdiri dari suami sitri dan empat anaknya.
Tembok yang runtuh itu merupakan dinding stadion olah raga di Distrik Al Ka'kiyah, Makkah. Saat ini, aparat yang berwenang masih memintai keterangan pengelola stadion dan investor yang membangunnya. "Tak semestinya tembok itu sedemikian rapuh," ujar seorang sumber di kepolisian Makkah.
Hujan lebat yang mengguyur Makkah sejak Sabtu waktu setempat telah merendam beberapa distrik dan jalan kota suci umat Islam itu. Reuters melaporkan bahwa kondisi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bencana banjir yang menewaskan ratusan orang November tahun lalu di Jeddah, kota sekitar 170 km dari Makkah.
Banjir juga sempat menghanyutkan 50 orang, namun mereka berhasil diselamatkan. Sejumlah mobil terjebak dalam genangan dan hingga kini masih terendam. Puluhan rumah dan fasilitas pemerintah juga dilaporkan masih tergenang air.
Akibat banjir, pembangunan megaproyek Haramain Train juga tersendat. Sebanyak 400 pekerja asal Cina menghentikan pekerjaannya akibat hujan yang turun selama empat jam berturut-turut tanpa jeda dan air menggenangi proyek yang tengah mereka kerjakan di jalur Makkah-Al Hada.
Dari pengamatan Saudi Gazette di Makkah, Senin, sekitar 60 persen wilayah Makkah masih tergenang. Distrik yang mengalami genangan cukup parah meliputi Al-Aziziah, Al-Ma’abidah, Al-Sitteen, dan Central Area di sekitar Masjidil Haram. Walikota Makkah, Dr Osama Bin Fadhl Al-Bar, menyatakan, meski curah hujan cukup tinggi, mencapai 43 mm, namun sistem drainase berfungsi dengan baik.
Posisi kota Makkah yang berada di pusat lembah padang pasir bergunung-gunung membuatnya rentan terhadap banjir akibat hujan lebat. Bahkan, karena bencana banjir, Ka'bah sempat beberapa kali diperbaiki./republika
0 komentar:
Posting Komentar