Pasukan Wanita Khusus Terjun Ke Israel Selatan

TEL AVIV– Setelah tiga tahun masa uji coba, sebuah kompi baru dalam korps intelijen lapangan akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Ini bukan kompi biasa karena sepenuhnya terdiri atas tentara wanita yang telah dilatih secara khusus. Kegiatan operasional mereka, bernama Nachshol, direncanakan akan dilakukan di kawasan Israel selatan.

Di awal proses pembangunan kompi ini, diputuskan untuk melakukan satu kali rekrutmen tiap tahun dalam tiga tahun terakhir. Keputusan ini dibuat agar IDF (pasukan militer Israel) dapat melatih kaum wanita, memeriksa kemampuan operasional kompi dan kondisi kesehatan tentara wanita.

Tentara kompi menjalani masa latihan di wilayah selatan. “Banyak keberhasilan yang kami raih ketika berlatih di wilayah selatan. Ini menekankan perlunya kompi pengumpulan intelijen lapangan di area tersebut,” jelas komandan divisi kompi, Letda Shani Shkuri.

“Transisi ke sebuah divisi adalah sebuah promosi besar dan kini saatnya bagi kami untuk membuktikan diri. Saat ini terdapat lusinan prajurit tempur wanita di dalam kompi dan jumlahnya akan semakin meningkat. Tak diragukan lagi ini adalah kompi yang unik.”

Menyusul rekrutmen bulan Maret 2009, kompi tersebut baru-baru ini menyelenggarakan sebuah acara khusus di Kerem Shalom di mana mereka menjelaskan kepada para calon tentara tentang peran mereka. Diskusi itu diadakan bersama komandan batalion dan prajurit tempur wanita dalam kompi, sembari menjelaskan tujuan operasi dari kompi mereka.

“Saya memahami skeptisisme kaum wanita tentang peran mereka, karena saya berada dalam posisi mereka tiga tahun lalu. Kami mencoba menerangkan tentang posisi mereka serealistis mungkin,” ujar Letda Shkuri.

Sebuah pertanyaan umum yang sering muncul di hari-hari orientasi adalah apa perbedaan antara tentara pengumpul intelijen lapangan dan para prajurit pengawas yang ditugaskan di pos-pos pengawasan. “Tentara pengumpul intelijen lapangan memperoleh peringatan intelijen di area-area tertentu di lapangan,” jelas Letda Shkuri, yang bertanggung jawab mengorganisir konferensi. “Dalam situasi ini, kita datang ke lapangan dan memeriksanya, menemukan pos pengawasan yang bagus dan mengawasi area tersebut. Jika diperlukan, kita juga bertempur melawan musuh sementara tentara pengawas duduk duduk di ruang operasi dan memberikan penjelasan singkat kepada para tentara tentang posisi musuh di lapangan.”

Kaum wanita yang menginginkan posisi tempur dalam intelijen lapangan harus melalui masa percobaan sebelum diseleksi untuk unit tersebut. Setelah itu, mereka yang direkrut ke kompi pengumpulan intelijen lapangan Nachshol harus menandatangani satu tahun tambahan masa bakti (dengan total tiga tahun) dan menjalani pelatihan dasar di sekolah militer pengumpulan intelijen lapangan. “Bertugas sebagai prajurit tempur berkontribusi sangat besar terhadap kepribadian para wanita itu,” ujar Letda Shkuri. “Peran ini memberi saya sebuah perspektif bahwa tidak ada yang terlalu berat atau mustahil, karena itu kita harus lebih termotivasi dan berusaha lebih keras lagi. Bagaimanapun, kerja keras pasti akan menghasilkan sesuatu.”/suaramedia.

0 komentar:

Posting Komentar