TEL AVIV– Seorang teroris pemukim yang telah diringkus karena merenggut nyawa dua orang penduduk Palestina ternyata telah didekati oleh agen keamanan domestik Israel dan dijadikan informan setelah serangan tersebut.Yaakov “Jack” Teitel, seorang imigran Yahudi berusia 37 tahun dari AS, dibekuk pada bulan Oktober silam atas dugaan kuat pembunuhan. Kasus pembunuhan itu sendiri terjadi pada tahun 1997 kala Teitel mengunjungi Israel sebagai seorang turis, demikian disampaikan oleh pihak kepolisian.
Selain kasus pembunuhan, Teitel juga diduga kuat menjadi aktor dibalik serangkaian serangan teror berupa ledakan bom sejak tahun 2006 silam.
Ketika Teitel kembali ke Israel pada tahun 2000, tiga tahun berselang setelah pembunuhan, dia ditanyai oleh agen intelijen domestik Israel, Shin Bet, dan pihak kepolisian seputar pembunuhan tersebut, namun tidak ada tuduhan dan proses hukum yang dilakukan.
Pada saat itulah Shin Bet meminta Teitel untuk bersedia menjadi seorang informan, demikian dilaporkan oleh surat kabar Israel, Yediot Ahronoth, yang membocorkan kisah tersebut.
Shin Bet berharap bahwa Tetel akan membantu agen intelijen domestik Israel tersebut dengan melaporkan aktivitas kaum “ekstremis sayap kanan,” menurut Nachum Barnea, yang menulis untuk harian berbahasa Ibrani tersebut.
Shin Bet tetap saja mencari bantuan Teitel meski teroris tersebut diduga terlibat dalam pembunuhan warga Palestina pada tahun 1997.
Shin Bet membenarkan bahwa pihaknya memang pernah mencoba merekrut teroris tersebut setelah proses interogasi pada tahun 2000 lalu. Hal tersebut disampaikan Shin Bet dalam sebuah pernyataan. Namun Shin Bet mengklaim bahwa pihaknya kemudian memutuskan kontak dengan Teitel.
Teitel, yang oleh media-media Israel disebut Teroris Yahudi, diklaim oleh polisi telah mengakui kejahatannya, yakni pembunuhan seorang pengemudi taksi di Yerusalem Timur, serta seorang penggembala ternak di Tepi Barat.
Teitel juga diyakini telah memasang bom di daerah Palestina, di luar pemukiman ilegal Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem, dua tahun yang lalu, dan melukai warga Palestina.
Dalam sebuah serangan bom lainnya, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun menderita luka serius karena bahan peledak yang disembunyikan dalam sebuah parcel yang dikirimkan untuk orang tuanya, anggota dari sekte Yahudi messianic yang mengakui Yesus.
Serangan bom Teitel lainnya melukai seorang profesor Yahudi sayap kiri, Zeev Sternhell, sementara dua buah serangan lainnya ditujukan pada kantor polisi.
Ayah empat orang anak tersebut mendiami pemukiman Yahudi ilegal, Shvut Rachel, yang didirikan di Tepi Barat terjajah.
Menurut para penyelidik, pada tahun 2006, Teitel telah memulai kampanye intimtdasi dan serangan bersenjata terhadap orang-orang yang berlawanan dengan dirinya, baik secara politik maupun agama, termasuk juga komunitas homoseksual, para penginjil dan profesor Yahudi sayap kiri, Zeev Sternhell./suaramedia.
0 komentar:
Posting Komentar