Diblokade Israel, Palestina Terpaksa “Ciptakan” Zebra

GAZA– Pemilik Kebun Binatang Mareh Land di Kota Gaza menangani sendiri masalah yang mereka hadapi setelah bisnis taman keluarga itu mulai menurun.

“Kami ingin mendatangkan hewan-hewan baru ke kebun binatang ini, namun dengan adanya blokade dan tingginya harga barang-barang melalui terowongan maka kami berpikir untuk mengambil dua keledai dan mengecatnya dengan menggunakan pewarna rambut wanita,” ujar Nedal Barghouti, salah satu pemilik kebun binatang tersebut.

Ia menggunakan selotip, pewarna rambut hitam, dan kuas cat.

“Awalnya kami menggunakan cat biasa namun hasilnya tidak bagus.”

Dua keledai putih itu dicat belang dengan warna hitam sehingga menyerupai zebra karena untuk mendatangkan seekor zebra sungguhan diperlukan biaya sebesar USD 50.000. Semua hewan sungguhan di kebun binatang tersebut, termasuk monyet dan harimau, diselundupkan melalui terowongan bawah tanah dengan biaya yang sangat mahal. Dua zebra asli di kebun binatang itu mati karena kelaparan awal tahun ini selama serangan militer Israel.

Barghouti mengatakan, “Untunglah kami berhasil menemukan solusinya, seekor binatang baru di kebun binatang akan membuat penasaran anak-anak kecil dan mereka telah meminta para orangtua untuk mengantar mereka ke sini. Jumlah pengunjung kami meningkat semenjak kami membuatnya, dua keledai itu.”

Dengan telinga panjang, kepala yang tertunduk dan mata tampak mengantuk, “peniru” itu mungkin tidak akan bisa menipu satu-satunya singa betina yang ada di dalam kebun binatang tersebut. Namun efek yang ditimbulkan oleh hasil pengecatan pemilik kebun binatang tampaknya tidak terlalu buruk, bagi mata yang tak terlatih dan jika dilihat dari kejauhan.

Anak-anak terpesona dengan binatang baru itu karena sebagian besar dari mereka belum pernah melihat zebra. “Orang dewasa mungkin tahu bahwa itu hanya keledai biasa, namun anak-anak hanya melihat belang-belang di badannya dan mengenalinya sebagai sesuatu yang pernah mereka lihat di televisi.”

Hasan Yaseen mengatakan bahwa karena ketiga anaknya belum pernah melihat zebra yang sesungguhnya, mereka menikmati zebra versi kebun binatang ini.

Selain dua “zebra”, kebun binatang Marah Land juga memiliki seekor singa betina yang telah uzur, dua monyet, burung-burung, kelinci, dan kucing.

Kebun binatang Barghouthi ini hanya memasang tarif USD 15 untuk satu bus penuh anak-anak.

Hingga Israel mencabut blokadenya terhadap Gaza, kemungkinan besar “penipuan” semacam itu akan berlanjut.

Warga Palestina di Jalur Gaza hidup dalam isolasi akibat blokade Israel, namun justru membawa struktur ekonomi yang baru, sebuah ekonomi bawah tanah. Palestina yang terkepung telah menggali lebih dari 1.000 terowongan bawah tanah perbatasan yang benar-benar tertutup.

Ribuan penduduk Palestina yang kini bekerja di penggalian, penyelundupan, atau transportasi, dan barang penting yang dapat dijual kembali. Penyelundupan merupakan sekitar 90 persen dari kegiatan ekonomi di Gaza, ujar ekonom Gaza, Omar Shaban kepada The Guardian. (Oct 22, 2008)

Strategi terowongan menunjukkan kepandaian yang luar biasa dan tekad besar dari seluruh penduduk dan kepemimpinan Palestina.

Karena jutaan penduduk Palestina telah dipaksa menjadi status pengungsi di luar Palestina yang bersejarah, keluarga besar yang berada di kedua sisi perbatasan membantu mengatur pembelian dan pengiriman barang atau mengirim dana, jadi anggota keluarga terkunci di Gaza dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari./suaramedia.

0 komentar:

Posting Komentar