ALHIKMAHONLINE.COM – Dari 60 ribu informasi yang kita terima setiap hari, 80% nya adalah informasi negatif. Oleh karenanya, keluarga dalam hal ini ayah dan ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam pola pengasuhan anak supaya informasi-informasi negatif itu tidak masuk dan tercerna dalam otak anak.
Hal ini dipaparkan oleh Hj Neno Warisman ketika menjadi pemateri dalam Seminar Nasional “Sekolah Masa Depan Berbasis Karakter dan Agama” yang diselenggarakan oleh Salman Alfarisi Full Day School pekan lalu.
Neno, yang mendidik anak-anaknya secara home schooling menyebutkan bahwa peranan ayah dan ibu harus seimbang. Tidak bisa pendidikan anak diserahkan sepenuhnya kepada ibunya saja atau ayahnya saja karena sebuah penelitian menyebutkan bahwa apabila seorang ayah berperan sejak awal kehamilan, maka anak-anak yang tumbuh akan menjadi anak-anak yang kuat, sekaligus penuh cinta.
Anak dilahirkan dengan 100 M neutron di otaknya. Setiap kali orangtua menyentuh anaknya, memandang sayang,menyayangi anaknya, dibalas Allah perdetik sejumlah 1,8 juta koneksi sinaptik di kepala anak kita. Maka jika kita melakukan hal-hal yang menyakiti hati anak kita, berarti kita telah merusak program Allah tersebut.
“Kalau ayah atau ibu marah kepada anaknya, maka mereka telah menghanguskan sejumlah koneksi sinaptik di kepala anak itu. Makin sering orangtua marah, mengacuhkan anak, makin banyak otak anak yang hangus. Alangkah aniayanya kita kepada anak. Itulah yang menyebabkan anak-anak banyak yang lari kepada pornografi, Main PS, komik, dan lain lain. Karena mereka tidak bahagia,” urai Neno.
Neno menyebutkan, ada 3 tahapan pendidikan anak : 7 tahun pertama ajak anak bermain, bermain dan bermain. 7 tahun kedua,jadikan anak sebagai sahabat. 7 tahun ketiga, lepaskan anak, beri kepercayaan dengan pengawasan.
Ketika orangtua mendidik anak-anaknya hendaknya berpatokan pada surat Alfatihah. Ada 7 ayat alfatihah yang bisa menjadi patokan mendidik anak. Neno menyebut 7 pilar ini sebagai BINTANG, yaitu Berani, Ikhlas, Nyayang (penuh cinta), Tidak berorientasi dunia, Adil dan rendah hati, Nyontoh, dan Global. Ketujuh pilar yang berasal dari 7 ayat alfatihah ini lah yang harus ditegakkan oleh orangtua dalam mendidik anak.
“Dalam mendidik anak, kita harus tegakkan ketujuh pilar yang berlandaskan Alfatihah itu. Oleh karenanya, sebagai orangtua, mari kita ubah etos pendidikan anak-anak kita. Kita ikhlas dengan anak kita apa adanya. Jadi, kalau orangtua salah hendaknya bersikap legowo untuk meminta maaf langsung kepada anak-anak. Meminta maaf karena telah salah mendidik mereka,” ungkapnya.
Yang paling utama , Neno menyebutkan, bahwa Orangtua jangan sampai menjadi Tuhan untuk anak-anaknya, Menjadi hakim bagi mereka. "Ubah eksekusi atau hukuman menjadi apresiasi. Alih –alih menghukum anak jika mereka melakukan kesalahan, lebih baik mengapresiasi jika mereka melakukan suatu prestasi atau kebaikan. ini akan membuat anak merasa disayangi dan dicintai, dan mereka akan malu melakukan kesalahan,” tambah Neno.
Pada akhirnya Neno menghimbau kepada Ayah, sebagai imam keluarga, untuk selalu mengajarkan dan membimbing istri dan anak-anaknya dalam cinta dan kasih sayang. Karena ayahlah, menurut Neno, yang akan menjadi contoh di keluarga agar menjadi keluarga yang benar-benar sakinah mawaddah warrahmah.
(Lygianostalina/Alhikmahonline)
0 komentar:
Posting Komentar