Presiden Harus Mengenal Kiprah Persis

WARTAISLAM.COM-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan membuka Muktamar Persatuan Islam (Persis) ke-14 di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 25 September 2010 mendatang. "Kami berharap tak ada halangan apa pun sehingga Presiden bisa hadir," kata Ketua Umum Persis, Prof. Dr. Maman Abdurahman seperti dilansir republika jumat (17/19).

Prof. Dr. Maman Abdurahman mengatakan sudah sewajarnya muktamar yang akan berlangsung hingga 27 September itu dihadiri Presiden agar bisa tahu secara langsung tentang ormas Islam ini. Apalagi, Persis telah berdiri sejak lama dan bersama masyarakat lainnya ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan.

Dengan demikian, Presiden tak hanya mengenal ormas Islam seperti Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama saja. Di sisi lain, ia pun ingin Presiden mengetahui lebih jauh kiprah yang telah dijalankan oleh Persis, misalnya, di bidang pendidikan.

Persis memiliki lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia mencontohkan, setiap tahun Persis mampu meluluskan sebanyak 1.500 siswa aliyah. Mereka kemudian meneruskan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar negeri seperti di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

"Maka, menjadi sebuah kehormatan bagi dirinya dan warga Persis jika Presiden kelak bisa membuka penyelenggaraan muktamar tersebut," kata Prof. Dr. Maman Abdurahman. Muktamar ini kelak dihadiri oleh sekitar 6 ribu hingga 8 ribu peserta dan penggembira.

Saat ini panitia masih terus melakukan persiapan-persiapan di lapangan agar nantinya lokasi penyelenggaraan muktamar layak untuk menerima Presiden dan peserta muktamar.

Musyawarah memutuskan bahwa Muk-tamar Persis XIV tahun 2010 akan dilaksanakan di enam lokasi berbeda, yaitu Muktamar Persis di Pesantren Benda, Tasikmalaya, Persistri di Pesantren Rancabogo, Tarogong, Garut, Pemuda Persis di Pesantren Persis Rajapolah, Tasikmalaya, Pemudi Persis di Pesantren Rancabango, Tarogong, Garut, Himpunan Mahasiswa (Hima) di Pesantren Campakawarna, Tasikmalaya dan Himpunan Mahasiswi (Himi) di Pesantren Bantargebang, Indihiang, Tasikmalaya.

Prof. Dr Maman Abdurrahman mengatakan, muktamar kelak akan mampu menghasilkan pemimpin baru yang berkualitas. Mestinya, kata dia, pemimpin Persis memiliki tingkat intelektualitas dan moral yang tinggi.

sumber : persis.or.id

0 komentar:

Posting Komentar