Akibat Teror Bom di Masjid, Polda Jabar Kerahkan Densus 88

(wartaislam.com)CIREBON - Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda Jabar diturunkan ke Cirebon. Hal ini menyusul ditemukannya bom rakitan aktif di Masjid Agung Sang Ciptarasa, Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat.

Informasi yang berhasil dihimpun, tim Densus 88 Polda Jabar mendatangi Kota Cirebon sejak Sabtu 27 Februari petang. Tim Densus sengaja didatangkan guna memberikan bantuan pengamanan dan penyelidikan terkait penemuan bom yang gagal meledak.

Humas Polda Jabar, Kombes Dade Ahmad saat dikonfirmasi mengaku dalam penanganan kasus penemuan bom ini, khusus untuk penyidikan keberadaan bahan peledak diambil alih Polda Jabar. Namun, untuk penanganan kasusnya tetap dilakukan jajaran Polres Kota Cirebon.

“Memang untuk penanganan keberadaan bom langsung dilakukan Polda Jabar. Tapi untuk kasusnya sendiri tetap ditanganani Polres Kota Cirebon,” tegas Dade kepada wartawan, Minggu (28/2/2010).

Sementara itu Wakapolres Kota Cirebon, Kompol Indarto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya bantuan dari tim Densus 88 Polda Jabar. Dia mengaku, tim hanya membantu proses penyelidikan terkait penemuan bom tersebut.

“Tim Densus 88 Polda Jabar memang diturunkan ke Cirebon. Namun, sifatnya hanya melakukan back up petugas kami di Cirebon. Saat ini tim dan petugas dari Polres Kota Cirebon tengah melakukan penyelidikan,” papar Indarto.

Lebih lanjut Indarto mengaku, hingga saat ini pihakhya masih melakukan pengembangan dan belum menemukan atau mencurigai pelaku yang menyimpan bom di dalam Masjid itu. Hanya saja, dia menegaskan, aktivitas di lokasi kejadian sudah dianggap clear.

Terpisah Kapolres Kota Cirebon, AKBP Ary Laksmana saat dikonfirmasi mengaku, pelaku diduga sindikat baru. Pasalnya, dilihat dari motifnya sangat jauh berbeda dengan aksi teror bom yang sebelumnya ditemukan.

“Jika dilihat dari motifnya, kami menduga pelaku merupakan pemain baru. Biasanya, modus teror bom menggunakan bahan peledak jenis C4, potasiun, dan pecahan besi. Tapi ini sangat jauh berbeda, bahan-bahannya menggunakan, peledak petasan, pecahan beling, dan targetnya pun di dalam masjid. Namun, untuk memastikannya kami tetap bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Ary.

Sementara itu, pascaditemukannya bom, aktivitas di area Masjid Agung Sang Ciptarasa 27 Februari siang sudah terlihat normal. Kondisi ini sudah dilakukan sejak Sabtu kemarin atau bertepatan dengan salat Ashar, setelah petugas membuka garis polisi.

Namun, pengamanan yang dilakukan DKM Masjid lebih ketat dari sebelumnya. Setiap pengunjung, saat ini sudah tidak dapat lagi bermalam di area Masjid. Bahkan, jika ada pengunjung yang dicurigai petugas masjid tidak segan-segan untuk mencatat identitasnya.

“Sejak kemarin sore, kondisi masjid sudah dinyatakan aman. Namun, kami tetap mewaspadai kejadian serupa dengan memperketat aturan pengunjung,” papar Hasan, pengurus Masjid setempat.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rangkaian bom rakitan berkekuatan low eksplosive ditemukan dalam kondisi siap diledakkan di dalam Masjid Agung Sang Ciptarasa Keraton Kasepuhan, Cirebon, Sabtu 27 Februari.

Bom diduga bakal diledakan pada malam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad bertepatan dengan prosesi ritual Panjang Jimat yang digelar Keraton Kasepuhan di Area Keraton dan Masjid Sang Ciptarasa.

sumber okez

0 komentar:

Posting Komentar