Bak jamur di musim hujan, itulah fenomena aliran sesat di Indonesia. Beberapa pihak menyebutkan gerakan aliran-aliran menyimpang ini sengaja diorganisir. Benarkah demikian?Hal tersebut terkuak dalam diskusi tentang fenomena aliran sesat yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung, Sabtu (06/11/09), mulai pukul 09.30- 11.30.
Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber, Sekjen Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Hedi Muhammad, dan dosen akidah Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunana Gunung Djati, Bandung, Gustiana, Ph D.
Berdasarkan data yang ditampilkan Gustiana, banyak tokoh muslim semisal (alm) KH. Shiddiq Amien, KH. Hasyim Muzadi dan beberapa aktivis anti pemurtadan menyatakan adanya tujuan yang terorganisir dari maraknya aliran-aliran sesat di Indonesia. “Tentu saja tujuannya adalah untuk memecah belah Islam,” ungkapnya.
Sementara itu menurut Hedi Muhammad, maraknya aliran sesat bisa ditangkal dengan adanya pemahaman Islam yang menyeluruh. “Jika ada yang mengaku nabi baru lantas ia mengatakan bahwa ia bukan Islam, ya terserah. Tapi jika ia mengatakan ia nabi baru dan Islam, maka kita lawan,” ungkapnya.
Dalam mengkategorikan sebuah aliran itu sesat atau tidak, Hedi berpesan hendaknya jangan sampai kita saling mengkafirkan. ”Harus jelas dalilnya apakah sebuah komunitas itu menyimpang atau tidak,” katanya, lagi.
Secara khusus Gustiana yang pernah mendapatkan reward Departeman Agama atas disertasinya tentang “Islam Toleran” ini, memberikan trik menjaga umat agar jauh dari penyimpangan akidah. “Dengan terus menerus memahami Islam, selalu merujuk Al Qur’an dan As Sunnah serta percaya bahwa tidak akan pernah ada lagi penyempurnaan-penyempurnaan setelah Islam adalah cara kita menjaga akidah kita,” ujarnya.
Bagi kedua pemateri, ada tidaknya gerakan yang terorganisir terkait aliran menyimpang tersebut, harus disikapi dengan tepat. Mereka berharap intelektual muda lebih bisa berhati-hati dan bijaksana dalam menghadapi fenomena ini. /Alhikmahonline/foto:Vn.
0 komentar:
Posting Komentar