Hamas Tolak Tuduhan Israel dalam Kepemilikan Roket Jarak Tempuh Jauh

Kepala Intelijen Militer Israel, Mayor Jenderal Amos Yadlin, pada hari Selasa (3/11) mengklaim bahwa gerakan Hamas memiliki senjata berupa roket yang mampu mencapai target di Tel Aviv. Roket tersebut disimpan dalam gudang senjata yang dirahasiakan tempatnya.

Hamas menanggapi pernyataan mengenai senjata yang mereka memiliki itu sebagai sebuah kebohongan belaka. Hal tersebut disinyalir hanya untuk memobilisasi opini negatif dunia terhadap gerakan Hamas di depan Majelis Umum PBB untuk memberikan suara pada laporan kejahatan perang Gaza.

"Ini adalah langkah provikatif dari musuh Zionis untuk mempengaruhi opini internasional di depan Majelis Umum PBB dalam diskusi tentang laporan Goldstone. Krisis ini telah mendorong musuh Zionis untuk menciptakan rekayasa semacam ini." Demikian yang disampaikan juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, pada hari Selasa.

Pernyataan Intelejen Militer Israel itu dibuat sehari sebelum Majelis Umum PBB bersidang untuk membahas laporan tentang kejahatan perang Israel selama serangan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza pada Desember-Januari. Sebagaimana diketahui, laporan yang disiapkan oleh mantan hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone, menyimpulkan bahwa Israel menggunakan kekuatan yang tidak proporsional dan gagal melindungi warga sipil selama perang 22 hari di Gaza.

Semakin dekatnya pembahasan laporan tersebut di Majelis Umum PBB, Israel kian getol mendesak masyarakat internasional pada hari Selasa untuk menentang laporan pemberian suara yang rencananya akan dilakukan hari Rabu ini (4/11). "Laporan ini bukan hanya merusak citra Israel tapi juga seluruh negara demokrasi yang mencari kedamaian dari ancaman teror," Tutur Deputi Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon. Namun demikian, pernyataan Ayalon malah mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak karena sangat bertentangan jauh dengan fakta yang tertulis dalam laporan Goldstone./presstv.

0 komentar:

Posting Komentar