Memasuki usai seabad Muhammadiyah, setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi Muhammadiyah pada seabad berikutnya ke depan. Tantangan pertama adalah bagaimana meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi di bawah Muhammadiyah. Tantangan kedua adalah bagaimana mengembangkan pemikiran Islam yang luas sehingga bisa menjawab tantangan global. Ini ditegaskan Azyumardi Azra dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Rabu (25/11).Secara kualitas, saat ini organisasi dan kelembagaan Muhammadiyah seperti sekolah, rumah sakit dan universitasnya, sudah bagus. Namun tentunya ini perlu terus untuk ditingkatkan dan intinya adalah peningkatan dalam hal SDM yang terlibat dalam kelembagaan dan organisasi tersebut,'' papar Azyumardi. Ditambahkan Azyumardi, ke depan Muhammadiyah tidak cukup hanya menambah jumlah sekolah, rumah sakit, dan universitasnya, namun perlu peningkatan kualitas SDM-nya.
Tantangan berikutnya, memasuki abad kedua Muhammadiyah adalah bagaimana mengembangkan pemikiran Islam yang luas namun tidak kaku sehingga bisa menjawab tantangan derasnya globalisasi. ''Mau tidak mau arus globalisasi harus dihadapi. Tantangan umat Islam ke depan bukannya makin ringan, namun akan semakin berat. Secara internal, kualitas umat kita masih tertinggal dengan umat Islam di negara-negara lain. Selain itu, secara eksternal misalnya ada stigmatisasi terhadap Islam. Sehingga perlu dikembangkan pemahaman islam yang oleh mata dunia, benar-benar dapat dipandang sebafai Rahmatan Lil Alamin atau Islam berkemajuan,'' tegas Azyumardi.
Menurutnya, ini suatu tantangan bagi Muhammadiyah, karena di tubuh Muhammadiyah sendiri ada gejala menguatnya kelompok-kelompok yang sangat kaku. ''Misalnya saja di kalangan kaum mudanya ada yang mengembangkan text book kebhinekaan atau multikulturalisme. Ada juga yang memandang dari perspektif HAM. Sementara di sisi lain, banyak juga yang kurang berkenan dengan sikap-sikap demikian,'' ungkapnya.
''Jadi tantangan Muhammadiyah adalah bagaimana mengembangkan pemikiran yang luas, namun tetap berpijak pada akidah, pada tauhid dan tidak kaku dalam sikap sosialnya,'' tambah Azyumardi. /republika.
0 komentar:
Posting Komentar