Tubuh Adib Susilo Hancur Untuk Melindungi Istri Tercinta

Solo - Gema takbir memecah keheningan Kota Solo, Jum'at (01/10) pukul 01.00 WIB dini hari
, dalam penyambutan jenazah Adib Susilo. Jenazah Adib Susilo, korban penembakan Densus 88 di Mojosongo, Solo, akhirnya sampai juga di tempat kelahirannya. Setelah lebih 2 minggu jenazahnya terkatung-katung di RS Polri Jakarta, entah karena alasan apa.

Jenazah Adib Susilo sampai ke Solo dengan mobil Ambulance dan pengawalan ketat Densus 88. Sempat terjadi ketegangan dalam proses pemulangan jenazah Adib Susilo. Sebelumnya, pihak Kepolisian akan mengantar jenazah Adib tidak ke rumah orang tua-nya, tetapi langsung dibawa ke tempat pemakaman. Namun, dari beberapa pelayat langsung "menghadang dan meminta" supaya jenazah untuk dibawa ke rumah orang tuanya.

Akhirnya dalam waktu yang singkat, setelah jenazah diantar ke balai warga dan disholatkan di Masjid Al Huda, Kagokan, Solo, jenazah langsung dikebumikan di Pemakaman Pacimaloyo. Karena menurut pelayat yang hadir, banyak yang merasa iba dengan keadaan jenazah Adib Susilo. Kepala dan badannya hancur, tidak utuh lagi, pada lehernya terdapat jahitan bekas otopsi.

Sekitar 200 pelayat hadir dalam pemakaman tersebut. Pelayat yang hadir di antaranya dari Majelis Mujahidin (MM), Front Pemuda Islam (FPI), dan Front Jihad Islam (FJI). Sampai pemakaman selesai, sekitar ratusan polisi masih berjaga-jaga di tempat Pracimaloyo.

Menurut informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, setelah penggerebekan oleh Densus 88, jenazah Adib Susilo ditemukan dalam keadaan merangkul (melindungi-red) istrinya, Putri Munawaroh. Banyak yang memuji "ke-hero-ikan" Adib Susilo yang tubuhnya remuk untuk melindungi istrinya, dalam peristiwa penggerebekan oleh Densus 88 tersebut.

Putri Munawaroh ditemukan dalam keadaan luka tembak di kaki oleh Densus 88. Munawaroh sekarang berada di RS Polri Jakarta, masih dalam keadaan shock. Ironisnya, dalam keadaan yang masih shock dan berkabung, status Munawaroh sekarang dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

[muslimdaily.net]

TPM Pertanyakan Kondisi Jenazah

Tim Pengacara Muslim (TPM) mempertanyakan adanya sejumlah kejanggalan kondisi jenazah tersangka teroris Susilo alias Adib yang tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Jebres, Solo.

“Pihak keluarga hanya diperkenankan melihat jenazah pada bagian mata ke bawah hingga dagu. Selain itu tidak boleh. Ini ada apa,” ungkap anggota TPM Anies Prijo kepada wartawan seusai pemakaman Susilo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (2/10) dini hari.

Dia mengungkapkan, terdapat dua luka berbentuk lubang di bagian leher. Mengenai luka tersebut, kata Anies, hingga saat ini belum ada penjelasan dari pihak kepolisian.

Anies menegaskan, untuk mendapatkan kepastian pihaknya akan berupaya untuk mendapatkan salinan hasil autopsi dari Puslabfor. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Mengenai langkah hukum, dia menegaskan, pihaknya akan menunggu salinan tersebut.

“Kami lihat dulu hasil dalam salinan itu seperti apa,” papar kuasa hukum keluarga Susilo ini.

Lebih lanjut Anies menilai lamanya proses pemulangan jenazah tidak lazim. Sebab, imbuh dia, jenazah baru bisa dibawa pulang setelah 15 hari meninggal.

Dia menegaskan, pihak kepolisian beralasan lamanya proses pemulangan karena masih melakukan identifikasi jenazah.

“Secara umum pemulangan tidak ada kendala. Namun, ini tidak lazim karena lama. Biasanya untuk kasus terorisme tujuh hari bisa diambil,” terang Anies.

Sementara itu, itu kuasa hukum Bagus Budi Pranoto alias Urwah dari Islamic Study and Action Center (ISAC) mempertanyakan belum adanya surat penangkapan dari Mabes Polri.

Sekretaris ISAC Endro Sudarsono menegaskan, berkaca dari pengalaman Air Setiawan dan Eko Sarjono yang ditembak di Jatiasih, Bekasi, polisi tetap memberikan surat penangkapan./muslimdaily.

0 komentar:

Posting Komentar