Ribuan Yahudi Berebut Mengecam Obama Di Tepi Barat

TEPI BARAT- Tidak puas dengan hanya menyerbu Al-Aqsa, kali ini ribuan warga Yahudi yang tergabung dalam partai Likud, berbondong-bondong berdemonstrasi di daerah Tepi Barat pada hari Rabu (07/10).

Sekitar 3.000 anggota Likud berkumpul di Taman Nasional Samaria di utara Tepi Barat kemarin dalam demonstrasi kedaulatan Israel di wilayah tersebut.

"Kami menunjukkan kepemilikan kita atas tempat ini dan kita akan memerintah di sini sekali lagi," Hagai Grinberg, dari Netanya, berkata.

Anggota Likud juga memiliki pesan untuk Presiden AS Barack Obama.

"Obama, jauhkan tangan Anda dari tanah Israel," kata kepala Dewan Daerah Samaria, Gershon Mesika. Dia berbicara di sebuah reli dukungan untuk pemukiman Revava pada hari rabu, di mana pengunjung bergabung dengan Moshe Feiglin dan Menteri Informasi dan Diaspora Yuli Edelstein.

Anggota partai Likud Israel mengatakan Presiden AS Barack Obama tidak mempunyai 'yurisdiksi' untuk memberi tekanan pada rezim zionis itu untuk menghentikan pekerjaan konstruksi di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Mengenai permintaan AS untuk membekukan konstruksi ilegal di Tepi Barat, Mesika berkata "Ini di luar yurisdiksi Anda. (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu harus berdiri kokoh untuk melindungi negaranya."

MK Danny Danon, yang mengorganisir perjalanan "untuk memperkuat Israel terus" di Tepi Barat itu, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN, "Saya ingin mengatakan kepada Obama bahwa kita tahu tidak ada mitra dalam perdamaian dan tekanan darinya itu berbahaya bagi orang-orang Yahudi ... ini bukan Hollywood. Anda tidak dapat menciptakan rekan dalam perdamaian. Kita harus melakukan apa yang baik bagi orang-orang Yahudi di negaranya."

Anggota Likud datang dengan 70 bus dari seluruh negera ke taman tersebut, yang terletak sekitar 12 kilometer sebelah utara Nablus, di dekat desa Arab Sebastia.

Sekitar 10.000 pengunjung, termasuk Likudniks, mengunjungi apa yang dipercaya oleh orang-orang Yahudi sebagai sisa-sisa Samaria, ibukota Kerajaan Israel selama abad 9-8 SM.

"Penguasaan Yerusalem dimulai di sini," kata MK Tzipi Hotoveli, yang membawa ibu dan kakeknya dalam perjalanan ini. "Kami akan menuntut perdana menteri untuk melanjutkan pembangunan di Tepi Barat."

Danon, juga ketua World Likud, berbicara kepada sekelompok pengunjung dari luar negeri di Revava.

"Sudah jelas bagi saya bahwa jika (konstruksi) kebijakan ini berubah, bukannya ada 1.000 orang namun 5.000 orang akan ada dalam pemukiman ini ini," katanya kepada mereka.

Jumlah yang hadir ini lebih besar daripada kejadian-kejadian serupa seperti sebelumnya. "Ada tumbuh kesadaran bahwa kepemimpinan Likud bergeser ke politik sayap kiri," Danon menjelaskan. Baru-baru ini keputusan yang dibuat oleh Perdana Menteri Binyamin Netanyahu, seperti kesepakatan untuk membekukan pembangunan di kota-kota Yahudi di Yudea dan Samaria, "Sangat bertentangan dengan DNA dari Partai Likud," katanya.

Kepemimpinan Yahudi Yudea dan Samaria meluncurkan kampanye iklan tahun lalu di bawah judul, "Yudea dan Samaria: Kisah Setiap orang Yahudi" dalam upaya untuk mendorong orang-orang Yahudi untuk lebih mengenal Yudea dan Samaria, untuk mengunjungi daerah tersebut dan bertemu dengan para penduduk. Sebuah itikad bahwa mereka ingin meningkatkan jumlah populasi di pemukiman yang terus menerus menuai kecaman dari seluruh masyarakat internasional.

Selama ini Israel terus bersikap tidak menentu dalam penghentian pemukiman di area-area Palestina yang diduduki. Dan keputusan terakhir dari Perdana Mentri negara Zionis tersebut adalah bahwa Israel menolak untuk menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Tepi Barat.

Israel selalu menggunakan alasan yang sama mengenai penjajahan yang mereka lakukan terhadap Palestina, yaitu bahwa mereka secara biblikal adalah pemilik yang sah dari tanah tersebut dan mereka tidak akan menyerah. Sementara untuk alasan penghentian pembangunan pemukiman, alasan yang dipakai adalah bahwa mereka perlu mengakomodasi “pertumbuhan alami” warga Israel. Dan tampaknya bagi Israel “pertumbuhan alami” tersebut termasuk dengan mendatangkan sebanyak-banyaknya Yahudi dari luar negeri ke dalam Israel untuk mengisi pemukiman-pemukiman tersebut./suaramedia.



0 komentar:

Posting Komentar