Israel Salurkan Bantuan ke Padang via PB HMI?

Majelis Ulama Indonesia Cabang Sumatera Barat menekankan pihaknya sejak jauh-jauh hari telah mengkhawatirkan masuknya bantuan dari Israel bagi korban gempa Sumatera Barat.

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengaku sebetulnya ia telah mendengar kabar bakal masuknya bantuan Israel sejak satu minggu ini. Untuk itu MUI telah menyiapkan sejumlah rencana untuk membatasi jangan sampai bencana alam ini berubah menjadi 'bencana keimanan'.

"Kita sudah kirim 20 tim ulama untuk memantau bantuan Israel yang masuk ke Sumbar," ujar Gusrizal Gazahar seperti dilansir VIVAnews, Senin 27 Oktober 2009. Menurutnya, tim tersebut diterjunkan langsung ke titik-titik penerimaan bantuan dari pihak Israel.

Ulama yang diterjunkan MUI ke lapangan berasal dari berbagai daerah di Sumbar yang tidak terkena dampak gempa. "Tim ini nantinya yang akan melakukan peninjauan pemberian bantuan dari pihak asing," katanya.

Kekhawatiran ini muncul karena masyarakat Sumbar yang dalam kesusahan cenderung mengubah tabiat menjadi menerima apa saja tanpa menelisik keberadaan bantuan itu sendiri.

Karenanya ia mengaku kaget saat mengetahui bantuan masyarakat Israel sebesar US $ 500 ribu disalurkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). "HMI yang menyalurkan bantuan masyarakat Israel, siapa orangnya?" kata Gusrizal.

Ia kaget kenapa HMI bersedia menyalurkan bantuan dari masyarakat Israel yang dinilainya akan menjadi polemik di tengah ummat. "Kita khawatir, anak-anak ini (HMI) dimanfaatkan untuk kepentingan Israel," kata Gusrizal. Siang kemarin, bantuan obat-obatan dari masyarakat Israel sampai di Bandara Internasional Minangkabau dengan menggunakan pesawat komersil.

Bantuan ini langsung didistribusikan Ketua PB HMI Pusat Arif Mustofa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman. Menurut Arif, bantuan ini murni atas nama kemanusiaan sehingga pihaknya meminta tidak terjadi polemik atas bantuan tersebut./poto ap/alhikmahonline.



0 komentar:

Posting Komentar