FPI Demo Tolak Miyabi di Depan Maxima Pictures

Front Pembela Islam (FPI) berdemo di rumah produksi Maxima Pictures guna menentang kedatangan artis porno Maria Ozawa alias Miyabi ke Indonesia. Pemimpin mereka, Habib Fachry, berjanji massanya tidak akan membuat kericuhan.

Massa Front Pembela Islam (FPI) telah sampai di rumah produksi Maxima Pictures, yang rencananya akan mendatangkan Miyabi ke Indonesia. FPI bersumpah siap mati demi tolak Miyabi.

"Allahu Akbar! Kami siap mati untuk siapapun yang mem-backingi siapapun yang mendatangi Miyabi. Negara ini sudah hancur, banyak azab. Jangan tambah azab lagi!" demikian teriakkan massa FPI yang berbondong-bondong mendatangi kantor Maxima, Jl. Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2009).

"Kami tidak akan membuat kericuhan, jika diperbolehkan menemui pimpinan (Maxima) atau diikuti keinginan kami," ujar Habib Fachry di depan Masjid Nurul Abror, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2009).

Sebelum melakukan aksi, mereka berkumpul di Masjid Nurul Abror. Pukul 13.30 WIB sekitar 50-an anggota FPI sedang berkumpul di depan masjid. Mereka tengah menunggu sebagian rekannya yang belum tiba di lokasi.

Massa tampak membawa atribut bendera FPI berwarna putih. Terdapat sekitar 70 bendera di lokasi. Selain membawa atribut bendera, para pendemo juga membawa dua spanduk yang bertuliskan

"Jangan jadikan negeri ini sebagai negara terporno di dunia!" dan "Tolak Miyabi ke Indonesia, si penghancur moral bangsa!".

Sebelum melakukan aksinya, puluhan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) melakukan salat Jumat terlebih dulu. Penolakan terhadap kedatangan artis porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, ke Indonesia pun diserukan dalam khotbah.

Salat Jumat dilakukan di Masjid Nurul Abror, Jl Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, dipimpin oleh Habib Fachry Jamalullail. Dalam ceramahnya Chotib Habib Fachry mengatakan, umat Islam Indonesia harus menolak kedatangan Miyabi karena merusak moral Indonesia.

FPI mengklaim menyiapkan 1.000 orang untuk menggeruduk kantor Maxima Pictures. Aksi ini dilakukan untuk menolak kedatangan artis porno di Indonesia yang dinilai dapat merusak moral bangsa. Massa yang dikerahkan tidak hanya dari anggota FPI namun dari ormas Islam lainnya./muslimdaily.



0 komentar:

Posting Komentar