Dewan Jerman Serukan Larangan Muslim Masuk Berlin


BERLIN-Komunitas Turki Jerman mengekspresikan kemarahannya pada hari Kamis mengenai komentar merendahkan yang dilontarkan oleh Thilo Sarrazin, seorang anggota dewan Bundesbank, bank sentral Jerman, yang terkenal blak-blakan.

Sarrazin, 64, telah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa banyak warga Turki dan Arab di Berlin yang “tidak mau dan tidak dapat berintegrasi” sehingga memperburuk kondisi di ibukota Jerman tersebut.

“Ini keterlaluan,” ujar Kenan Kolat, yang mengepalai Asosiasi Turki di Jerman.

“Sarrazin seringkali memberikan komentar yang kelewat batas dan tidak memikirkan konsekuensi dari pernyataan-pernyataannya,” ujar Kolat.

“Banyak warga Arab dan Turki di kota ini, yang jumlahnya telah meningkat akibat kebijakan yang buruk, tidak memiliki fungsi produktif selain menjadi penjual sayuran dan buah-buahan,” ujar Sarrazin kepada sebuah majalah budaya, Lettre International.

“Empat puluh persen dari seluruh kelahiran terjadi di kelas bawah,” ujar Sarrazin, menambahkan bahwa hal itu menurunkan standar pendidikan.

“Populasi terpelajar kita menjadi semakin bodoh dari generasi ke generasi,” ujar mantan politisi ini menambahkan.

Sementara para keluarga migran dari Eropa Timur, Vietnam, China, dan India telah berintegrasi selama satu generasi, Sarrazin mengatakan bahwa anak-anak dan bahkan cucu-cucu dari para imigran Arab dan Turki gagal mempelajari bahasa Jerman yang baik dan memiliki prestasi akademik yang buruk.

Asosiasi Pekerja Jerman-Turki dan Asosiasi Turki regional untuk Berlin-Bradenburg membantah pernyataan Sarrazin itu.

“Ini benar-benar di luar batas dan semua isinya omong kosong,” ujar Safter Cinar dari Asosiasi Turki regional.

Sarrazin, yang merupakan menteri keuangan Berlin hingga ia bergabung dengan Bundesbank awal tahun lalu, mengatakan bahwa 70% populasi Turki dan 90% populasi Arab menolak negara Jerman.

“Solusi terhadap persoalan ini hanya ada satu: tidak ada lagi kepindahan ke Berlin, dan mereka yang ingin menikah harus melakukannya di luar negeri,” tambah Sarrazin.

Bundesbank menyatakan bahwa komentar-komentar Sarrazin itu tidak ada kaitannya dengan mereka.

“Bundesbank Jerman tidak ada kaitannya dengan konten maupun bentuk komentar-komentar merendahkan yang berasal dari Dr Thilo Sarrazin,” ujar bank sentral itu pada hari Rabu.

Banker, yang terkenal dengan komentar-komentar pedasnya itu, menyalakan api kebencian di tahun 2002 ketika ia menjabat sebagai menteri di ibukota.

“Tidak ada di tempat lain dapat kau lihat begitu banyak orang berkeliaran dengan pakaian olahraga seperti di Berlin,” ujarnya saat itu.(rin/ie) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar