AS: Jumlah Taliban Membengkak Empat Kali Lipat!

KABUL – Pasukan Taliban yang memerangi para penjajah AS dan NATO di tanah Afghanistan telah meningkat jumlahnya, bahkan hampir mencapai empat kali lipat sejak tahun 2006, hal itu berdasarkan perkiraan dari intelijen AS yang disampaikan langsung kepada presiden AS.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa jumlah para pejuang Taliban telah berkembang pesat menjadi 25.000 orang, naik dari angka 7.000 pada empat tahun yang lalu, demikian diungkapkan oleh para pejabat pada hari Jumat (9-10-09) kala Barack Obama menggelar pertemuan tingkat kabinet yang kelima guna membahas mengenai strategi perang di Afghanistan.

Presiden AS tersebut mempertimbangkan apakah akan menyetujui permintaan yang diajukan oleh komandan senior pasukan AS dan NATO di Afghanistan untuk mendapatkan tambahan pasukan sebanyak 40.000 orang.

Obama meluncurkan peninjauan ulang mengenai strategi perang Afghanistan setelah komandan tertinggi di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, menyampaikan perkiraan perang dan pemilihan umum Afghanistan, yang dibumbui oleh skandal penipuan, yang membuat banyak kalangan meragukan keabsahan Presiden Hamid Karzai.

Jenderal Stanley McChrystal telah memperingatkan bahwa ada resiko kegagalan dalam misi di Afghanistan kecuali ada tambahan pasukan yang dikirimkan untuk memerangi Taliban dan melatih serta mendukung pasukan pemerintah Afghanistan.

Pada hari Jumat, para pejabat mengatakan bahwa Obama – yang pada awal masa jabatannya menyetujui pengiriman 21.000 orang pasukan tambahan ke Afghanistan – masih belum membuat keputusan pasti berkenaan dengan permintaan McChrystal tersebut.

Jika Obama memutuskan untuk mengirimkan pasukan tambahan, maka tambahan tentara tersebut akan bergabung dengan pasukan militer AS yang menurut jadwal akan mencapai jumlah 68.000 orang pada akhir tahun ini. Selain itu, masih ada 39.000 orang lainnya yang beroperasi di Afghanistan dibawah bendera NATO.

Namun presiden AS yang baru memenangkan Nobel perdamaian tersebut tidak bisa sembrono karena ia juga harus mempertimbangkan mengenai anjloknya dukungan publik AS terhadap perang Afghanistan. Merosotnya dukungan rakyat AS tersebut diakibatkan oleh peningkatan pesat dalam angka kematian pasukan AS pada tahun ini. Mengirimkan 40.000 orang pasukan, yang menurut MChrystal merupakan jumlah minimum yang dibutuhkan, dapat menimbulkan masalah bagi Obama di internal Partai Demokrat.

Hanya 40 persen warga Amerika yang mendukung kehadiran pasukan AS di Afghanistan, demikian menurut hasil dari sebuah jajak pendapat yang dirilis pada hari Rabu lalu oleh Associated Press dan GFK.

Obama juga mendapatkan tekanan dari partainya sendiri, Partai Demokrat, karena ada sejumlah anggota senior partai yang menginginkan agar pasukan AS ditarik keluar dari Afghanistan.

Namun jika hanya mengirimkan sedikit pasukan, atau bahkan tidak sama sekali, akan membuat Obama menjadi sasaran empuk bagi kritikan dari kubu Republik dan, kemungkinan, dari pihak militer.

Gedung Putih meyakini bahwa sebagian dari 25.000 anggota Taliban tersebut dapat dipecah dan dipisahkan dari Taliban untuk memperlemah kelompok gerilyawan tersebut.

Seorang pejabat anti terorisme AS mengatakan bahwa angka tersebut hanya perkiraan kasar karena adanya kesulitan untuk memperkirakan jumlah anggota Taliban yang beroperasi di unit-unit kecil dan mempergunakan taktik gerilya.

“Kita tidak membicarakan mengenai formasi pasti. Angka selalu mengalami pasang surut. Demikian halnya dengan para petarung, mereka kadang muncul dan kadang juga menghilang,” demikian kata pejabat anti-terorisme tersebut.

Tim keamanan nasional Obama mencoba menjadikan Al-Qaeda, yang kini berbasis di Pakistan, sebagai ancaman utama yang dihadapi AS, dan oleh karena itu harus menjadi fokus utama upaya perang tersebut, bukannya Taliban.

Dari Ottawa, Perdana Menteri Stephen Harper pada hari Jumat menegaskan kembali bahwa pasukan tempur Kanada akan meninggalkan Afghanistan pada tahun 2011, namun ia mengatakan bahwa Kanada akan berfokus pada peningkatan upaya perkembangan dan kemanusiaan.

“Misi militer Kanada di Afghanistan akan berakhir pada tahun 2011,” kata Harper kepada para wartawan di Welland, Ontario. “Dan kami tidak akan memperpanjang operasi militer, titik.”

“Saya rasa sudah waktunya untuk melakukan transformasi misi Afghanistan menjadi sebuah upaya perkembangan dan kemanusiaan. Dan itulah yang kami lakukan.”/suaramedia.



0 komentar:

Posting Komentar