Baghdad - Salah satu kelompok yang dikenal dekat dengan Al Qaida mengklaim bertanggungjawab atas serangan bom kembar di tengah kota Baghdad yang menewaskan 155 orang hari Ahad kemarin. Bom tersebut meledak disaat para pemimpin politik Irak pada hari Selasa akan melakukan pertemuan meningkatkan usaha untuk menyetujui peraturan baru untuk pemilu Januari mendatang.Kelompok yang dikenal dekat dengan Al Qaida tersebut siapa lagi kalau bukan Daulah Islam Irak, mereka menyatakan pertanggung jawabannya dalam sebuah pernyataan yang diposting di internet hari Senin, bahwa para "martir mentarget lubang orang-orang kafir".
Serangan bom skala besar dan bom syahid sudah menjadi kebiasaan aksi yang dilakukan Al Qaida, dan semua kelompok perjuangan Sunni di Irak juga melakukan hal tersebut untuk menumbangkan pemerintahan Irak yang saat ini didominasi orang-orang Syiah di Baghdad.
Serangan besar yang terjadi hari Ahad kemarin di ibukota Irak menghancurkan gedung Kementrian Kehakiman dan gedung Administrasi Propinsi Baghdad. Ini adalah serangan paling mematikan di Baghdad dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan serangan ini kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kemampuan negeri ini melindungi diri dan mempersiapkan pemilu bulan Januari. Padahal militer Amerika sudah lama direncanakan hengkang dari Irak.
Al Qaida memposting pernyataan serangan ini pada hari Senin, mereka menyatakan pejuangnya mentarget "pilar-pilar Safawi dan mereka yang menolak berdirinya khilafah Islam di negeri ini", yang dianggap pilar Safawi adalah pemerintah Syiah di Baghdad yang beraliansi dan dekat dengan Iran.
"Salah satu dari penyerang mentarget apa yang saat ini dinamakan Kementrian Ketidakadilan dan Penindasan, yang menamakan diri mereka Menteri Keadilan, juga dengan Majelis Propinsi Baghdad", kata statemen tersebut di internet.
Daulah Islam Irak juga pernah menyatakan bertanggunjawab dalam aksi pengeboman di bulan Agustus di dua gedung kementrian pemerintah di Baghdad juga, dimana dalam serangan tersebut lebih dari 100 orang tewas./poto yahoo/muslimdaily.
0 komentar:
Posting Komentar