
ALHIKMAHONLINE.COM – Tim Peduli Gempa Jabar Dompet Dhuafa terjun ke beberapa titik lokasi Gempa di Jawa Barat, malam ini, Rabu (2/9/09).
Tim yang terdiri dari relawan medis dan relawan Peduli Gempa Jabar Dompet Dhuafa bertolak dari Posko Peduli Gempa Jabar di kantor Dompet Dhuafa Bandung, Jl. Pasirkaliki 143 Bandung sekitar pukul 22.00 WIB. Beberapa lokasi Gempa yang menjadi sasaran aksi antara lain: Tasikmalaya, Garut, beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung, semisal: Kecamatan Pacet, Kecamatan Ciparay, Kecamatan Kertasari, Kecamatan Arjasari, Kecamatan Pangalengan, dan beberapa titik gempa lainnya.
Titik-titik gempa di wilayah Kabupaten Bandung, memang tidak tersentuh publisitas media. Beberapa informasi yang berhasil dihimpun tim alhikmahonline.com menyebutkan, di Pacet misalnya, sebanyak 50 KK terpaksa mengungsi akibat rumah tinggal mereka rusak berat, akibat guncangan gempa berkekuatan 7.3 Skala Richter, yang berpusat di 142 KM Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat ini.
Penanggungjawab Aksi relawan Peduli Gempa Jabar Dompet Dhuafa, Luthfi Afandi, kepada Alhikmahonline.com mengatakan, bahwa prioritas aksi jangka pendek akan terfokus pada kebutuhan yang sifatnya emergency.
“Kita akan fokus pada hal-hal yang bersifat kegawatdaruratan, sebagai solusi mendesak para korban di wilayah bencana. Namun tidak menutup kemungkinan, aksi akan berlanjut ke fase lanjutan, recovery, ” katanya kepada Alhikmahonline.com, di sela persiapan pemberangkatan tim Peduli Gempa Jabar Dompet Dhuafa.
Gempa yang menggoncang hampir seluruh Jawa itu dirasakan pukul 14.55 WIB. Sejumlah rumah dan bangunan rusak akibat peristiwa ini. Irfan, salah seorang warga Pamengpeuk, Garut Selatan ketika dihubungi Alhikmahonline.com mengatakan kondisi gedung dan rumah cukup banyak yang mengalami kerusakan. Kondisi ini juga teridentifikasi di wilayah Singaparna, Tasikmalaya dan Pamijahan.
Selain bangunan yang rusak, gempa yang berpusat di Tasikmalaya ini juga menyebabkan jaringan telekomunikasi sempat terganggu.
(hbs/Alhikmahonline)
0 komentar:
Posting Komentar