Penampakan Taliban Selimuti Seluruh Afghanistan

KABUL – Delapan tahun setelah diusir keluar oleh pasukan AS, Taliban telah membuktikan bahwa mereka masih bertahan dan mampu memperluas pengaruhnya hingga hampir mencakup seluruh Afghanistan.

“Delapan tahun setelah serangan 11 September, Taliban telah kembali menyentuh hampir setiap sudut Afghanistan,” ujar Alexander Jackson, analis kebijakan di Council on Security and Development (ICOS), dalam sebuah laporan.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Taliban kini memiliki keberadaan yang permanen di 80% wilayah Afghanistan, meningkat dari 72% pada tahun 2008.

Kelompok itu juga memiliki keberadaan “substansial” atas 17% wilayah negara yang hancur akibat serangan pasukan asing ini.

Dewan yang berbasis di London itu mendefinisikan keberadaan “permanen” sebagai sebuah rata-rata dari satu atau lebih serangan dalam waktu satu minggu dan “substansial” sebagai satu atau lebih serangan dalam beberapa bulan.

“Jika digabungkan, angka ini menunjukkan bahwa Taliban memiliki keberadaan yang signifikan secara virtual di seluruh Afghanistan,” ujar ICOS.

AS menginvasi Afghanistan menyusul serangan 11 September untuk menggulingkan pemerintahan Taliban dan sekutunya Al Qaeda.

Sejak saat itu, Taliban telah terlibat dalam perang gerilya berkepanjangan melawan pasukan pimpinan AS dan pemerintahan Hamid Karzai yang didukung oleh Barat.

Sebuah laporan tahun 2007 oleh Senlis Council mengatakan bahwa Taliban memiliki keberadaan permanen di lebih dari separuh Afghanistan.

ICOS menggarisbawahi kegagalan jelas pasukan asing pimpinan AS dalam mengkonfrontir pejuang Taliban.

“Terlepas dari keberadaan puluhan ribu tentara asing di Afghanistan, kembalinya Taliban dan penyebaran serta perkembangannya kini tak perlu dipertanyakan lagi,” ujar presiden ICOS, Norine MacDonald.

Terdapat lebih dari 103.000 pasukan asing di Afghanistan, termasuk 78.000 tentara Amerika.

Terlepas dari banyaknya jumlah pasukan asing, Taliban berhasil memperluas pengaruhnya atas wilayah-wilayah yang sebelumnya stabil di utara dan barat Afghanistan.

“Perubahan dramatis dalam beberapa bulan terakhir telah merusak situasi di utara Afghanistan, yang sebelumnya adalah salah satu bagian paling stabil di negara itu,” ujar Jackson, seorang analis kebijakan.

“Propinsi-propinsi seperti Kunduz dan Balkh kini terkena dampak kekerasan perang ini.”

Laporan ICOS itu menyebutkan bahwa Taliban juga telah mengintensifkan serangan terhadap pemerintah dan pasukan asing beberapa bulan belakangan ini.

“Di wilayah utara Afghanistan, terdapat peningkatan dramatis serangan Taliban terhadap pasukan internasional, pemerintah, dan warga sipil,” ujar Jackson.

Seorang tentara AS tewas pada hari Kamis dalam sebuah serangan Taliban di timur Afghanistan.

“Seorang anggota pasukan keamanan internasional tewas pada tanggal 10 September dalam sebuah serangan ketika sedang melakukan patroli di bagian timur Afghanistan,” ujar ISAF (International Security Assistance Force) pada hari Jumat.

Lebih dari 1.380 tentara asing telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka dalam pertempuran melawan Taliban sejak tahun 2001.

Tahun ini menjadi periode paling mematikan bagi pasukan asing dalam konfliknya dengan Taliban./suaramedia.



0 komentar:

Posting Komentar