Jamaah Naqsabandiyah Lebaran Hari Sabtu


VIVAnews - Jamaah Tareqat Naqsabandiyah di Padang tetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu, 19 September 2009. Lebaran bagi jamaah Naqsabandiyah dilakukan setelah melaksanakan puasa Ramadhan selama 30 hari.

Bagi jamaah Naqsabandiyah, Ramadhan selalu digenapkan 30 hari atau 29 hari sesuai dengan hisab yang dilakukan imam Masjid Nurul Yaqin Syafri Malin Mudo. Mereka lebih awal merayakan Idul Fitri karena memulai puasa lebih dulu dua hari dari ketetapan pemerintah.

"Penanggalan yang dilakukan tareqat naqsabandiyah sudah baku bahkan untuk lima tahun ke depan sudah ada," kata Zahar, Imam Surau Baru saat ditemui VIVAnews, 15 September 2009.

Soal penetapan hari-hari besar keagamaan, tareqat naqsabandiyah memiliki penghitungan sendiri. Syafri Malin Mudo yang melakukan penanggalan bagi jamaah naqsabandiyah memiliki garis keturunan dengan pembawa ajaran ini ke Sumbar, Syeh Thaib.

"Hanya beliau yang mampu menghisap dan menetapkan penanggalan ini bagi jamaah naqsabandiyah di sini," kata Zahar. Ia menilai, perbedaan ini bukan berarti jamaah naqsabandiyah lebih eklusif dibanding penganut islam lainnya.

Menurutnya, soal penetapan 1 Syawal yang jatuh pada Sabtu, 19 September mendatang hanya sebagai bentuk kepercayaan. "Kita sudah yakin dengan hisab yang dilakukan Syafri Malin Mudo, dan ini murni soal keyakinan," katanya.

Sebelumnya, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Minggu, 20 September 2009. Pemerintah pun sepertinya mengisyaratkan 1 Syawal jatuh pada hari Minggu dan pengumumannya akan dilakukan setelah sidang itsbat.

Laporan: Eri Naldi | Padang

• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar