VIVAnews - Kaki tangan Noordin M Top, Ibrohim, dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur tepat pukul 16.00 WIB. Ada yang janggal saat Ibrohim dimakamkan, bukan saja tidak diazani, di nisan Ibrohim tanggal wafat ditulis 12 Agustus 2009, atau hari ini.
Padahal Ibrohim dinyatakan tewas pada Sabtu 8 Agustus 2009 setelah dikepung dan dibombardir tembakan dan bom selama 17 jam. Ibrohim saat itu tengah bersembunyi di rumah Muh Djahri yang berlokasi di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.
Ibrohim dikepung ratusan anggota Densus 88 sejak pukul 17.00 WIB Jumat 7 Agustus 2009 sampai pukul 10.00 WIB, 8 Agustus 2009. Pada Sabtu pagi, orang yang terkepung di rumah Muh Djahri, yang hari ini diketahui sebagai Ibrohim, diketahui masih hidup.
Selain itu di nisan juga hanya tercantum nama "Ibrohim" tanpa ada nama orangtua. Tempat dan tanggal lahir juga tidak ditulis, di bawah nama hanya ditulis umur "37 Th". Di bawah tulisan umur tercantum, wafat: 12 Agustus 2009 atau Rabu ini. Ibrohim dimakamkan di Blok AA I/Bled 18.
Prosesi pemakaman relatif sepi, hanya dihadiri 15 anggota polisi, puluhan wartawan dan empat petugas. Keluarga pegawai florist yang menjadi outsourching Hotel Ritz Carlton itu meski hadir tidak berani turun dan hanya memandang dari mobil Toyota Kijang berwarna silver. Mobil tersebut dijaga ketat intel Mabes Polri.
Ibrohim memiliki peran besar dalam bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Agustus 2009 lalu yang menewaskan 9 orang dan melukai 55 orang lainnya. Ibrohim adalah pengatur dan pengontrol.
Misteri di Nisan Ibrohim
Posted
Rabu, Agustus 12, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar