“Saya tahu berita itu tapi kita cenderung tidak menanggapi karena itu hal yang sensitif Sukutu indal fitnah awlaa” (diam dikala terjadi fitnah lebih baik), kita tidak mau terpancing” ungkap Syuhada .
Menurut Syuhada Kompak sendiri sudah dinyatakan bubar semenjak peristiwa konflik berdarah di
Syuhada mengharapkan umat jangan terpancing dengan isu teroris ini karena wilayah ini amatlah sensitif “untuk wilayah sensitif yang disampaikan kepada publik umat diharapkan untuk jangan terapncing, kalau tidak cukup bukti nanti redam sendiri” pesan Syuhada
Komite Penanggulangan Krisis (Kompak), sebuah lembaga yang didirikan DDII untuk menyalurkan bantuan dari negara-negara Timur Tengah ke sejumlah kawasan krisis dan konflik di
Seperti yang dikutip jawapos.co.id Rabu 30/09 Kasubden Intelijen Densus 88 Kombes Tito Karnavian menjelaskan, ada beberapa organisasi yang mendukung gerakan Noordin, di antaranya organisasi yang disebut Mujahidin Kompak.
"Kompak itu awalnya Komite Penanggulangan Krisis di Ambon, tapi beberapa oknumnya ternyata gemas dan sebal dengan kejadian yang ada dan menjadi pendukung Noordin," kata Tito. Namun, katanya jumlah oknum Kompak sekarang semakin sedikit. "Kompak itu old times (masa lalu). Nah, yang baru itu JAT," kata Tito.
M.Yasin.
0 komentar:
Posting Komentar